Alumni Perguruan Tinggi, Gagas Dialog Peradaban di Atas Kereta

Jakarta-Cirebon, 2 Mei 2021

Pandemi covid-19 yang masih mewabah di sekitar kita telah membawa dampak negatif yang begitu masif, termasuk Indonesia. Demi mengatasi hal tersebut, semua elemen bangsa pun bahu-membahu mengupayakan pemulihan kondisi di berbagai sektor. Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu pusat peradaban Indonesia, tercatat oleh Kementerian Dalam Negeri pada Oktober 2020 sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, menghadapi tantangan besar sebagai daerah yang terdampak pandemi ini. Di sisi lain, Jawa Barat memiliki potensi menjadi lokomotif pemulihan ekonomi yang akan berdampak positif dan domino pada segala aspek kehidupan.

Keberadaan banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta  di Jawa Barat, menjadikan Jawa Barat sebagai lumbung ilmu terdepan dalam negeri yang melahirkan ribuan human capital unggul dan bukan tidak mungkin menjadi leader lokomotif pemulihan ekonomi Nasional.

Organisasi alumni dua perguruan tinggi ternama di Jawa Barat, yakni Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) dan Institut Teknologi Bandung (IA ITB), berinisiatif menggagas urun rembuk dalam bentuk dialog peradaban. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi perspektif dalam mengembangkan peradaban besar dan melakukan peningkatan SDM di Jawa Barat. Para pakar dan praktisi ekonomi, bisnis, politik, dan akademisi akan saling berbagi dan berdiskusi tentang pengembangan keunggulan dan daya saing SDM di Jawa Barat dalam menggerakkan pemulihan perekonomian di tengah pandemi. 

Dalam siaran pers ini, Irawati Hermawan selaku Ketua Umum IKA UNPAD menyebut “kami akan mendukung penuh agar Jawa Barat dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi Nasional “. Dalam sambutannya, Teh Ira juga mengungkapkan “saya berharap agar Pemerintah dapat mereaktivasi jalur kereta api ke Pangandaran dan Jatinangor”.

Wakil Menteri Desa, ,Budi Arie Setiaji pada kesempatan yang sama menyambut baik upaya alumni perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. Budi mengatakan bahwa desa dapat menjadi titik awal pemulihan sebab desa terbukti memiliki ketahanan dalam menghadapi krisis. 

Pada sesi diskusi pertama, dua pembicara yakni Ketua MWA, Yani Panigoro dan Dirjen Minerba, Ridwan Djamaluddin sama-sama menekankan peran penting pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam mengisi bidang-bidang strategis pembangunan seperti energi dan industrialisasi. 

Sementara itu dialog tajuk kedua adalah Membangun Konektivitas Jawa Barat sebagai Lokomotif Pemulihan Perekonomian Nasional Pasca Pandemi. Dipandu oleh Kuseryansyah dan melibatkan pembicara antara lain, Didiek Hartantyo selaku Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia; Prof. DR. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol. Dalam kesempatan tersebut, Danang menyampaikan bahwa jalan tol tidak hanya melancarkan arus barang dan jasa namun juga sebagai motor ekonomi. “70% Rest Area di jalan tol diisi oleh UKM sekitar” ujarnya.

Diskusi peradaban ini merupakan bagian dari rangkaian Jabar Culture and Tourism Festival 2021 (Jafest 2021) yang akan menjadi showcase bagi para pelaku usaha Jawa Barat serta masukan bagi para pembuat kebijakan.Kegiatan Dialog Peradaban ini dilakukan di atas Gerbong Kereta Wisata dari Jakarta menuju Cirebon disponsori oleh KAI dan KAI Wisata. Rangkaian acara selanjutnya usai dialog peradaban adalah kunjungan ke Pendopo Kabupaten Cirebon dan ditutup di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Leave a Reply