Wagub Uu Ingin Santri di Jabar Berani Tampil

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Pemerintah provinsi beromitmen ingin membangun para generasi milenial memiliki mental dan pengetahuan yang baik. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, hari santri nasional harus dijadikan moment bagi kebangkitan umat islam. Oleh karena itu menurutnya, bertepatan dengan hari santri nasional, pemprov Jabar menggelar perlombaan tahfidzul mutun, qirotul qutub dan pidato.

“Menguji keberanian dan mental. Kelemahan santri salafiyah lemah dalam bertanding. Kadang-kadang ada santri yang ilmunya banyak, pemahamannya baik, tapi kurang berani tampil. Jadi ilmunya kurang termanfaatkan,” katanya di Bandung, Kamis (1/11).

Tak hanya itu, Uu menyebut lomba se-Jawa Barat ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi di antara sesama santri. Dia mengakui selama ini komunikasi sesama santri kurang berjalan baik terutama di kalangan alumnus.

“Supaya terbangun ikatan emosional antara santri. Apalagi yang sudah alumni. Beda dengan pendidikan di universitas, ikatan alumninya kuat. Kalau santri belum seperti itu,” katanya.

Tak kalah penting, melalui perlombaan ini Uu ingin semakin banyak ulama-ulama di masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang baik. Dia mengaku khawatir karena saat ini banyak pihak-pihak yang mengaku ulama tapi memiliki pemahaman Islam yang salah.

“Untuk meminimalisasi penafsiran Quran dan hadits yang salah. Karena untuk paham, supaya tidak salah, tidak sembarang orang bisa menafsirkan ayat Quran dan hadits,” katanya.

Dia kembali menyontohkan, untuk pidato tidaklah semudah yang dibayangkan. Seorang santri harus memahami tata cara baik saat membuka, menyampaikan isi, dan menutup.

“Baca salamnya bagaimana, shalawatnya bagaimana. Pidato tidak bisa tiba-tiba, ada aturannya. Kalau santri, pasti tahu ada aturannya. Makanya bisa dilihat, mana pidato berasal dari santri, mana yang bukan dari santri,” bebernya.

Uu menambahkan, peserta perlombaan ini ditentukan oleh masing-masing pesantren yang ada di Jawa Barat. “Jadi pesertanya mewakili pesantren, bukan mewakili kabupaten/kota,” katanya.

Lebih lanjut Uu katakan, perlombaan ini menyuguhkan berbagai hadiah seperti mobil, umrah, dan uang. “Pendaftarannya gratis, ke Biro Yansos. Lomba dilaksanakan di Pusdai dan Masjid Gedung Sate,” katanya.

Leave a Reply