Wagub Jabar Sesalkan Pembatalan Pembangunan Embarkasi Haji Bandara Kertajati

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyesalkan langkah Kementrian Agama (Kemenag) yang menunda pembangunan Embarkasi Haji untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Indramayu.

Padahal, menurut Uu, pemprov Jabar sendiri sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan, jika ada kekurangan pemprov Jabar siap menggelontorkan anggaran demi terselenggaranya embarkasi haji di Kabupaten Indramayu.

“Jadi kami menyesalkan dengan tidak jadinya BIJB dijadikan embarkasi haji tahun ini, padahal sebelumnya kami sudah dipersiapkan sarana dan prasarananya apakah itu penginapan, hal hal lainnya termasuk kami siap mengeluarkan biaya tambahan untuk terselenggaranya embarkasi BIJB,” ujar Uu di Bandung, Selasa (11/6).

Bahkan, Uu mempertanyakan kembali komitmen tiga menteri yang menyetujui pembangunan embarkasi di Indramayu demi pengembangan bisnis kebandara udaraan di Jawa Barat. Uu menambahkan, kesiapan Indramayu jadi lokasi pembangunan embarkasi, melewati fase sulit.

“Waktu itu ada kesepakatan tiga menteri, Menko Kemaritiman, Menhub dan Mentri Agama untuk BIJB dijadikan sebagai embarkasi, bahkan kami sudah sedikit polemik dengan salahsatu kepala daerah gara-gara ini, tapi kok sampai tidak jadi,” ujarnya.

Uu berharap percepatan pengembangan BIJB Kertajati menjadi prioritas jangka panjang Pemerintah Pusat yang berdampak pada kemajuan dua daerah yaitu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.

“Oleh karena itu kami menyesalkan tetapi kalaupun ini sudah jadi keputusan, tidak apa – apa, tetapi harapan kami untuk masa yang akan datang, pembangunan embarkasi haji di Indramayu harus menjadi skala prioritas karena dengan pembangunan asrama haji di Indramayu menjadi pendorong untuk kesempurnaan BIJB,” katanya.

Sebelumnya, Kemenag RI menyatakan BIJB tidak dapat digunakan untuk keberangkatan haji tahun ini karena tak mungkin mengubah perjanjian bilateral antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu terlalu banyak instansi dalam negeri dan luar negeri yang perlu dilibatkan, sehingga pengurusannya tidak dapat dilakukan dalam tempo singkat.

“Ada orang menyampaikan kepada kami bahwa itu tidak jadi, kendalanya belum secara resmi nyampe ke sini. Dorongan kami, seluruh pemberangkatan haji dan umroh di Jawa Barat ingin di BIJB, peralihan penerbangan tidak ada perubahan lagi, untuk apa? Untuk memanfaatkan fasilitas BIJB yang sudah lengkap,” terangnya.

Share This

Leave a Reply