Wagub Ingin Nelayan Jaga Bio Laut Demi Anak Cucu

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Pemerintah provinsi Jawa Barat berharap bio laut khususnya di Jawa Barat bisa terus lestari sampai anak dan cucu.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, agar tetap lestari perlu ada pemeliharaan, sehingga bisa menjadi jaminan keberlangsungan usaha nelayan dalam mencari ikan.

“Walaupun berat di awal, tapi dampaknya untuk anak cucu kita, supaya ikan lestari, nelayan berseri,” katanya saat mendampingi kunjungan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Jawa Barat, Pelabuan Perikanan Nusantara Kota Cirebon, Kamis (12/10).

Pria yang akrab disapa Demiz ini mengatakan, kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat khususnya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, terkait larangan pengoperasian kapal asing di perairan Indonesia, seharusnya menjadi sebuah angin segar bagi nelayan Indonesia untuk meningkatkan produksi ikannya.

“Teluk kita, selat kita, masa depan kita, masalah kita awasi kapal asing yang beroperasi di perairan kita, dulu sebelum mereka (kapal asing) pergi ada 6 Juta ton ikan, sekarang bisa 12 juta ton,” katanya.

Demiz menyebut, salah satu upaya pelestarian biota laut yang dapat dilakukan oleh nelayan adalah dengan melakukan aktifitas penangkapan ikan menggunakan jaring ramah lingkungan. Pasalnya selama ini seringkali nelayan menggunakan jaring yang tidak hanya menjaring ikan besar, juga menjaring anak ikan yang itu artinya menghilangkan regenerasi ikan.

“‎Walaupun berat di depan, tapi dampaknya untuk anak cucu kita, supaya ikan lestari, sehingga nelayan berseri, bukan hanya hari ini saja, tapi keberlanjutan, yang akan bermuara pada kesejahteraan nelayan,” katanya.

Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, terdapat 11 kabupaten/kota yang memiliki pesisir pantai, dengan panjang ‎ 842 kilometer, sudah tentu memiliki potensi perikanan tangkap yang begitu besar di Jabar, namun diakui Demiz saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada tahun 2016, produksi perikanan tangkap Jabar sebesar 276 ribu ton atau meningkat sekitar 1,95 persen dari tahun 2015.

“Akan tetapi itu baru sekitar 13,35 persen dari potensi perikanan tangkap yang ada di wilayah pengelolaan perikanan,” katanya

Leave a Reply