Ujian Nasional Berbasis Komputer Digelar di 47 SMP di Jabar

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Sebanyak 7.714 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jawa Barat serentak menggelar ujian nasional (UN), Senin (9/5) kemarin.

Dari jumlah tersebut, sekitar 0,609% atau 47 SMP menggelar UN dengan
sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sementara itu, 805.851 siswa SMP dan sederajat menjadi peserta UN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 798.901 mengikuti ujian nasional berbasis kertas pensil (UNBKP) dan 6.950 UNBK. Sedangkan untuk peserta dari SMP Luar Biasa berjumlah 335 orang dan Paket B 31.553 orang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seusai meninjau pelaksanaan UN di SMPN 7 Kota Bandung mengimbau para guru, pelajar, termasuk orang tua siswa tidak terlalu menganggap UN sebagai beban.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu pun memotivasi mereka
untuk terus semangat dan percaya diri menghadapi ujian akhir tersebut.

“Saya tadi sempat ke SMPN 7, di sana saya masuk (ke kelas) karena belum
mulai UN -nya, kemudian saya tanya gimana kabarnya? Kemudian saya katakan pada mereka (para siswa) jangan khawatir, percaya pada diri sendiri, jangan tengok kiri kanan. Insya Allah dengan usaha yang kuat dan ketenangan, memori (pelajaran yang dihafal) itu muncul, kan ada juga anak yang bisa tapi karena grogi jadi buyar, kan,” terang Aher dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalbandung.com, Selasa (10/5).

“Semua pasti sukses, karena tidak mungkin ada UN tanpa persiapan. Ini ujian nasional gemanya kuat, dorongannya kuat, saya rasa semuanya baik pengajar, orang tua, dan pelajarnya sendiri, sudah melalui proses- prosesnya belajarnya,” sambungnya.

Heryawan pun memaparkan, untuk UNBK, saat ini lebih ditekankan untuk SMA/ SMK terlebih dahulu. Menurut dia, siswa SMP secara emosional masih kurang stabil. Sementara sehari- hari mereka belajar dengan pensil (alat tulis) dan kertas (buku).

Sehingga, penggunaan komputer dikhawatirkan malah membuat mereka “kagok”. Berbeda dengan pelajar SMA/SMK yang secara emosional lebih dewasa dan stabil, sehingga mudah menyesuaikan diri.

“Selain itu tidak mungkin juga
kan sudah SMA tidak melek komputer,” katanya.

Leave a Reply