Tujuh Ribu Warga Majalaya Gunakan Air Limbah untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Oleh: Yuga Khalifatusalam

foto net
foto net


Jurnal Bandung – Masyarakat Kampung Ciwalengke dan Leuwidulang, Majalaya, kabupaten Bandung menggunakan air limbah pabrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar Anang Sudarna, sedikitnya ada tujuh ribu orang yang menggunakan air limbah. Imbasnya, banyak anak-anak yang terserang penyakit kulit.

“Jalan keluarnya harus menertibkan pabrik. Saya pun akan meminta Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) untuk membangun sumur artesis di kampung tersebut,” ungkap Anang kepada Jurnal Bandung di Bandung, Rabu (3/12).

Dikatakan dia, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, di daerah tersebut memang sudah tidak ada lagi air bersih. Bahkan, sejumlah sumur sudah kering. Oleh karena itu, masyarakat terpaksa mengalirkan air limbah ke kolam-kolam penampungan.

“Majalaya ini sangat mengerikan, kualitas airnya sangat buruk. Untuk mendapat air, warga pun mengalirkan air selokan (limbah) ke kolam dan menggunakannya untuk keperluan sehari-hari termasuk untuk jamban masjid,” katanya.

Meskipun begitu, Anang mengatakan, BPLHD akan terus menyosialisasikan dan melatih 48 fasilitator untuk merangsang kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Kalau segmen satu (Program Citarum Bersih) sudah selesai, saya pikir sebagian masalah sudah selesai. Sebab, ke sananya masuk di perkotaan dan industri,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply