TPS Edukasi Daur Ulang Sampah Menjadi Premium dan Solar

Oleh: Ferry Prakosa

foto oleh: Ferry Prakosa
foto oleh: Ferry Prakosa


Jurnal Bandung- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengapresiasi pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) Edukasi di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

TPS Edukasi ini dilengkapi mesin daur ulang yang disebut pyrolysis. Mesin tersebut mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar.

Selain itu, TPS Edukasi juga dilengkapi biodigester yang fungsinya mengolah sampah organik menjadi gas metan yang outputnya berupa pupuk cair. Di TPS ini juga tersedia fasilitas taman mini.

Menurut wali kota yang akrab disapa Emil ini, TPS Edukasi akan menjadi TPS percontohan di seluruh wilayah Kota Bandung. Dia berjanji memperbanyak TPS Edukasi di seluruh kelurahan di Kota Bandung dalam empat tahun ke depan.

“Sehingga daur ulang ini menjadi fenomena baru dalam pengolahan sampah di Bandung. Soal edukasi,” ucap Emil kepada Jurnal Bandung di sela-sela peninjauan TPS Edukasi, Senin (15/11).

“Jadi, nanti anak-anak tahu sampah itu bisa menjadi duit dan bermanfaat,” sambung Emil.

Menurut Emil harga mesin daur ulang tersebut tidak mahal, namun memberi hasil maksimal.

“Harga alatnya tidak mahal, sekitar Rp125 juta. Ini kan program daur ulang sampah. Plastik jadi solar, sampah organik jadi gas,” sebutnya.

Di tempat yang sama, penggagas TPS Edukasi Yus Punggawa mengatakan, pegiat lingkungan tergerak menyentuh pola pikir anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk mengubah pandangan perihal sampah. Menurutnya, sampah masih menjadi persoalan pelik di Kota Bandung.

“Padahal sampah bisa jadi sahabat, juga bisa diolah,” kata Yus.

Di TPS Edukasi itu, puluhan siswa SD Sukapura II menyaksikan langsung proses daur ulang sampah menjadi BBM.

“Jadi di masa mendatang, tidak ada lagi slogan Dilarang Buang Sampah Sembarang, tapi dibuat jadi Dilarang Memilah Sampah Sembarangan,” tandas Yus.

Leave a Reply