TPA Legok Nangka Akan Tampung 500 Ton Sampah Warga Kota Bandung

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Sebanyak 500 ton sampah yang dihasilkan warga Kota Bandung setiap harinya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)Legoknangka di Kabupaten Bandung.

Jumlah tersebut hampir sepertiga total volume sampah warga Kota Bandung yang selama ini dibuang ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mencapai 1.500 ton per hari.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, pihaknya sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat terkait penggunaan TPA Legoknangka.

“Sehari kita mengirim sampah sebanyak 1.500 ton ke TPA Sarimukti. Berdasarkan MoU (memorandum of understanding/perjanjian kerja sama), kita akan mengirimkan sampah sebanyak 500 ton per hari ke TPA Legoknangka,” ungkap Deni, belum lama ini.

Pihaknya berharap, TPA regional tersebut segera dioperasikan. Pasalnya, keberadaan TPA Legoknangka dinilainya bisa menjadi solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung. Terlebih, TPA Sarimukti akan habis masa pakainya 2018 mendatang.

“Kita sangat mendorong TPA Legoknangka segera dioperasikan karena Kota Bandung sangat berkepentingan terhadap TPA Legoknangka,” ucapnya.

Dengan akan berakhirnya masa pakai TPA Sarimukti awal 2018 mendatang, lanjut Deni, praktis Kota Bandung belum memiliki TPA representatif untuk menampung sampah yang dihasilkan warganya.

Di sisi lain, pembangunan TPA biodigester di Pasir Impun, Kota Bandung, yang direncanakan selesai tahun ini pun hanya mampu menampung sampah sekitar 200 ton saja, itu pun khusus untuk sampah organik.

Deni menambahkan, TPA menjadi salah satu komponen dalam penilaian Adipura. Selama ini, TPA menjadi kendala penilaian Adipura di Kota Bandung karena Kota Bandung belum memiliki TPA representatif.

“Keberadaan TPA sangat penting bagi Kota Bandung, sehingga kita tidak akan mengalami darurat sampah gara-gara tidak memiliki TPA,” tutup Deni.

Share This

Leave a Reply