Tiga Ruas Tol Baru Akan Dibangun di Jabar

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Pemprov Jawa Barat berencana membangun tiga ruas tol baru. Dua ruas tol akan menghubungkan Tol Cipali dengan infrastruktur penting di Jabar dan satu tol lainnya dengan kawasan wisata.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) akan segera mengusulkan rencana pembangunan ruas tol baru ini kepada pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan Aher seusai rapat pimpinan yang digelar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, (1/2).

Aher menjelaskan, pembangunan ketiga ruas tol ini untuk mendukung infrastruktur strategis di Jabar yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Tiga ruas tol ini menghubungkan Tol Cipali–Bandara Kertajati Majalengka, Tol Cipali–Pelabuhan Patimban Subang, dan tol menuju kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi atau Jagoratu (Jakarta–Bogor–Palabuhan Ratu).

“Ini rencana ke depan. Mudah-mudahan rencana ini dikelola dengan baik dan kemudian kita mau buat Samsatnya, jadi akan termonitor setiap waktu perkembangannya plus 14 tol yang sebelumnya,” ungkap Aher.

Rencana pembangunan tiga ruas tol baru ini, lanjut Aher, akan menambah proyek ruas tol di Jabar, sehingga total ada 17 ruas tol. Panjang tiga ruas tol ini mencapai 77 km dengan rincian Tol Cipali–Patimban sepanjang 20 km, Cipali–Bandara Kertajati 7 km, dan Tol Jagoratu 50 km.

“Jagoratu itu akan menghemat banget waktu tempuh. Jadi, mengapa penting untuk kita dorong ya dalam rangka menyambut Ciletuh. Apalagi, kalau orang Palabuhan Ratu inginnya segera (dibangun),” ujar Aher.

Selain itu, dalam rapim dibahas pula tentang Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR). BIUTR merupakan proyek pemerintah pusat yang dilaksanakan di Jabar. Pemprov Jabar pun mendukung penuh proyek nasional ini.

Proyek hasil kerja sama dengan JICA ini akan dimulai kontraknya pada Juni 2017 nanti. Salah satunya, yaitu untuk ruas jalan tol dari Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menuju Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Namun, Aher mengakui, proyek ini masih terkendala pembebasan lahan.

“Lahan yang fokus kita bebaskan itu dari Padaleunyi (GBLA) ke Soekarno-Hatta. Sebagian sudah dibebaskan,” sebutnya.

Pemprov Jabar pun telah menggelontorkan anggaran hingga Rp350-an miliar untuk proyek tol ini. Rp50 miliar di antaranya merupakan bantuan keuangan Pemprov Jabar kepada Pemkot Bandung dan Rp300-an miliar sisanya merupakan belanja Pemprov Jabar untuk pembebasan lahan tersebut.

Lahan yang belum dibebaskan dalam proyek ini, yaitu dari GBLA menuju Seokarno-Hatta sepanjang 3 km. Anggaran yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan ini mencapai Rp 900-an miliar karena harga tanah di kawasan tersebut mencapai Rp3 juta/meter.

“Nah, Rp900 miliar itu masih belum disepakati dari mana uangnya. Kalau provinsi kita nyatakan berat karena uang itu cukup besar. Sebab, beban kita untuk kesehatan, pendidikan, dan lain-lain,” jelas Aher.

Oleh karenanya, Pemprov Jabar pun akan membahas hal tersebut dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Untuk menyelesaikan proyek ini, Aher berharap seluruhnya bisa diselesaikan pemerintah pusat atau ada solusi pola pendanaan lain.

“Oleh karena itu, yang Rp900 miliar itu keliatannya ya harus sharing lagi. Ya kalau enak sharing itu, 50% (pendanaan) pemerintah pusat, 30% pemerintah provinsi, dan 20% pemerintah kota,” tandasnya.

Leave a Reply