Tidak Lama Lagi, Gelap Nyawang-Cihampelas Akan Dilintasi Cable Car

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Rencana pembangunan cable car di Kota Bandung tidak lama lagi sepertinya akan terwujud. Bahkan, Pemkot Bandung pun meyakinkan, Desember mendatang, cable car mulai dibangun.

Keyakinan tersebut menyusul adanya pihak ketiga yang akan mengerjakan proyek moda transportasi terbaru di Kota Bandung itu. Adalah PT Aditya Dharmaputra Persada lah yang ditunjuk langsung Pemkot Bandung untuk mengerjakan cable car.

Namun, karena sifatnya penunjukan langsung, perusahaan tersebut hanya membangun cable car dalam bentuk prototipe. Sebagai langkah awal, prototipe cable car tersebut akan melintasi Jalan Gelap Nyawang hingga Cihampelas sepanjang sekitar 800 meter.

“PT Aditia ini inisiator dan yang paling lengak. Tunggu surat dari LKPP, karena kalau prototipe boleh penunjukan langsung,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada Jurnal Bandung di Bandung, Kamis (3/9).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengaku telah melakukan pertemuan tertutup dengan perusahaan tersebut. Bahkan, berdasarkan hasil pertemuan, pihak perusahaan pun sepakat mulai membangun cable car, Desember 2015 mendatang.

“Minggu depan sosialisasi, Insya Allah Desember coba ground breaking,” ungkap Emil.

Untuk diketahui, pada rencana awal, cable car akan melintasi rute Jalan Kebon Kawung, Terminal Dago, Ledeng, dan berakhir di Cihampelas sepanjang sekitar 42 kilometer.

Bahkan, wacana pembangunan cable car pun sudah mengemuka saat Kota Bandung dipimpin Dada Rosada. Namun, dengan alasan terbentur aturan, rencana pembangunan cable car pun terhenti hingga akhirnya diputuskan cable car akan dibangun di atas lahan milik Pemkot Bandung.

Emil melanjutkan, dalam merealisasikan proyek cable car, pihaknya mencontoh proyek pembangunan fasilitas parkir elektronik di kawasan Braga.

“Jadi seperti mesin parkir, prototipenya dulu. Kalau sukses, baru nanti dilelang lagi dengan rute-rute yang lain sepanjang 42 kilometer itu,” jelas Emil seraya menambahkan pihaknya belum mengetahui besaran dana untuk proyek tersebut dengan alasan hal itu sepenuhnya menjadi tanggungan PT Aditia Dharmaputra Persada.

Leave a Reply