Tetap Tolak Mobil Dinas DPRD Jabar, Dedi : Khusus Untuk Fraksi Golkar Uangnya Dialihkan untuk Korban Bencana di Subang

Oleh Yuga Khalifatusalam

dedi
Foto net

Jurnal Bandung – Partai Golkar Jabar menjadi yang terdepan menolak keberadaan jatah mobil dinas jenis fortuner. ‎Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, kalau memang sudah terlanjur dianggarkan, khusus untuk fraksi Golkar, uang untuk pembelian mobil dinas dialihkan menjadi dana bantuan untuk dana bencana.

Dedi mengatakan, kalau untuk satu mobil harganya Rp 500 juta, jika dikalikan dengan sejumlah anggota DPRD Jabar dari partai Golkar maka jumlahnya sudah mencukupi untuk membangun kembali ‎Desa Sukakerti, Cisalak, Subang yang habis diterjang banjir bandang.

“Kalau alokasi untuk Golkar sampai Rp10 miliar geser saja untuk penanganan di Sukakerti, geser saja nomenklaturnya beres,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, (26/5).

Dikatakan Dedi, pihaknya sangat ikhlas, ketika dana untuk pembelian mobil dinas dialihkan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Berdasarkan hasil kunjungannya ke tempat bencana, kerugian masyarakat dicatat oleh BPBD Subang, mencapai‎ Rp15 miliar.

“Golkar mengiklaskan dana untuk membeli mobil dinas Fortuner agar diarahkan untuk masyarakat yang terkena bencana di Sukakerti,” ujarnya.

‎Golkar menurutnya dipastikan akan tetap konsisten menolak pengadaan mobil mewah tersebut. Pihaknya meminta DPRD Jabar dan Pemprov tidak memaksakan memberikan jatah pada anggotanya. “Kami konsisten dengan sikap kami, jangan dibelikan yang bagian Golkar,” katanya.

Dedi memaparkan masyarakat Sukakerti kehilangan harta benda akibat bencana tersebut. Biaya recovery Rp15 miliar nantinya akan diperuntukan untuk membangun rumah, sawah, kolam dan kehilangan serta kerugian warga yang lain.

“Rp 15 miliar itu dari Pemprov saja karena ada uangnya, kalau dari Subang nggak sanggup. Sekarang dipotong biaya Fortuner untuk Golkar kan beban Pemprov makin kecil, ini kan uang rakyat juga,” ujarnya.

Share This

Leave a Reply