Tangani Limbah Industri, Pemprov Jabar Akan Bangun Pengolahan Limbah Komunal

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Pemprov Jawa Barat akan membangun sarana dan prasarana pengolahan limbah komunal untuk mengatasi persoalan limbah industri yang selama ini bisa dibilang terbengkalai.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar Anang Sudarna mengatakan, demi terciptanya Citarum Bestari, harus ada solusi yang konkret, di antaranya mengantisipasi limbah Industri.

Anang mengatakan, saat ini, pihaknya tengah menggodok langkah-langkah strategis untuk membangun pengolahan limbah industri.

“Untuk menangani limbah industri, kami sedang merancang satu imbal jasa, perda sudah ada, pergubnya sedang disusun. Di Perda Nomor 1/2012, ada aturan bagaimana pemerintah mengatur masalah limbah dengan berbagai opsi, salah satunya membangun sarana dan prasarana pengolahan limbah komunal,” jelas Anang kepada Jurnal Bandung di sela-sela rapat koordinasi penanganan Citarum Bestari di Gedung sate, Kota Bandung, Kamis (8/10).

Dengan adanya sarana penanganan limbah industri, lanjut Anang, maka industri yang bersangkutan akan ikut berpartisipasi.

“Nanti industri ditarik retribusi. Ada dasarnya, kita sangat hati hati dalam hal itu karena jangan sampai ini terkait uang dianggap jadi pungli. Itu pun nanti yang narik retribusi bukan pemerintah, bisa BUD, UPTD, bisa juga perusahaan swasta. Jadi kami tawarkan perusahaan swasta untuk berinvestasi membangun IPAL. Mungkin dia melayani 5 sampai 10 perusahaan yang satu hamparan,” terangnya.

Pihaknya juga akan mengatur mengenai besaran tarifnya dan penetapan tarif tersebut nantinya akan mengakomodasi semua pihak.

“Silahkan itu, Nanti kami mengatur tarifnya, misalkan 1 meter kubik jumlah limbah tarifnya sekian rupiah. Nanti diatur dalam pergub. Mudah mudahan pergubnya selesai. Konsep sedang disiapkan, selambat lambatnya triwulan pertama tahun depan. Yang jelas, itu perlu dibahas dan perlu disosialisasikan,” tandasnya.

Share This

Leave a Reply