Tahu Anggaran Sanitasi di Jabar Rp611 Miliar, Gubernur Jatim Angkat Topi

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi Pemprov Jawa Barat yang mengalokasikan anggaran program sanitasi hingga Rp611 miliar.

Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo itu menilai, anggaran sanitasi di Jabar sangatlah besar. Jauh lebih besar dari anggaran sanitasi di provinsi yang dipimpinnya yang hanya Rp100 miliar.

“Saya salut, alokasi sanitasi di Jawa Barat sangat besar,” ucap Sukarwo di sela-sela Diskusi Forum Advokasi dan Horisontal Learning di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (25/3).

Dalam diskusi yang mengangkat tema “Sanitasi Upaya Preventif Kesehatan Menuju Universal Sanitation Acces Indonesia 2020″ itu, Pakde Karwo mengungkapkan pentingnya pembangunan di bidang sanitasi. Menurutnya, sanitasi yang baik akan mendorong tingkat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.

Lebih jauh Pakde Karwo mengatakan, program sanitasi yang umumnya fokus pada pembangunan insfrastruktur sanitasi harus dibarengi juga dengan pendekatan kepada masyarakat, salah satunya melalui gerakan perempuan agar tercipta sanitasi yang baik.

“Dibuat jamban kadang-kadang gak dipake. Makanya ini prosesnya gerakan perempuan karena dia umumnya lebih peduli terhadap jamban,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan, program sanitasi merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jabar terhadap kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, Aher sapaan akrabnya berharap, program sanitasi yang digagas Pemprov Jabar pun mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Ini komitmen semua, pemerintah¬† pusat, kabupaten/kota provinsi harus komitmen seluruhnya untuk menyelesaikan (persoalan) sanitasi. Sebab, (sanitasi) dampaknya sangat luar biasa dan akan mengurangi biaya kesehatan,” jelas Aher.

Menurut Aher, selama ini, program pembangunan mungkin cenderung bersifat kuratif dan rehabilitatif. Ke depan, kata dia, pembangunan bidang kesehatan juga harus diseimbangkan dengan upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

“Oleh karena itu, anggaran (kesehatan) pun diarahkan pada program preventif),” imbuhnya.

Aher mengakui, kondisi sanitasi di Jabar sendiri kini masih dalam tahap perbaikan. Oleh karena itu, pihaknya mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk program sanitasi sebagai wujud komitmen peningkatan kesehatan masyarakat.

“Anggaran untuk sanitasi akan diperbesar. Kita akan fokuskan itu seperti kita fokus di infrastruktur jalan. Sanitasi rata rata setiap tahun sekitar Rp100 miliar bahkan di bawah, tapi untuk 2015 naik sampai Rp611 miliar. Ke depan akan dipertahankan, pastikan anggaran kesehatan ditingkatkan,” katanya seraya berharap, pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap program sanitasi ini.

Leave a Reply