Sungai Cikijing Tercemar Limbah Pabrik, Warga Rancaekek Rawan Terkena Kanker‬

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

‪BANDUNG – Kepala Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu (PHLT) Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, masyarakat Rancaekek rawan terkena penyakit kanker akibat Sungai Cikijing yang melintasi Rancaekek tercemar limbah industri.

“Ada anggota dewan yang kebetulan juga dokter. Ketika kami memaparkan hasil pantauan kami, foto ikan mati, anak kudisan, dokter menyebut kecenderungan kanker lebih tinggi dibandingkan kawasan lain,” ungkap Anang kepada Jurnal Bandung di Bandung, Kamis (4/1).

‪Tidak hanya itu, Anang menyebut kerugian materi yang diakibatkan limbah tersebut. Berdasarkan hasil kajian hingga 2013 lalu, kata Anang, kerugian produksi pertanian mencapai Rp392 miliar.‬

‪”Itu baru kerugian dari penurunan produksi pertanian. Belum kesehatan masyarakat, belum kerusakan tanah,” bebernya.

‪Disinggung sejauh mana peran Satgas PHLT Jabar, menurut Anang, satgas yang dipimpinnya itu sudah menyentuh pabrik-pabrik pembuang limbah.

“Yang ditangani PHLT ada lima perusahaan, salah satunya Kahatex,” sebut Anang.‬

‪Saat ini, lanjut Anang, pihaknya sudah melakukan penyidikan terhadap pabrik-pabrik yang diduga membuang limbah ke Sungai Cikijing tersebut.

“Hanya tentu sampai sejauh mana penyidikian itu dilakukan, hasilnya kawan-kawan penyidik yang tahu karena itu otoritas penyidik,” terang Anang seraya menyebut penyidikan dilakukan Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar.‬

‪Lebih lanjut Anang mengatakan, PHLT sudah meminta penilaian dari lima pakar untuk memastikan pencemaran lingkungan tersebut.

“Kami hadirkan lima orang pakar, yakni pakar hukum lingkungan, pengelolaan limbah cair, pakar pengelolaan limbah B3, dan pertanian,” katanya.‬

‪Berdasarkan penilaian pakar itu, kerusakan lingkungan di Rancaekek sudah tidak diragukan lagi. Anang pun mengaku, pihaknya akan mengundang Kapolda, Pangdam, dan Kejati untuk mengevaluasi penanganan oleh Satgas PHLT.‬

‪”Untuk mengevaluasi setahun ini apa saja yang dicapai. Ini penting, untuk mengevaluasi sejauh mana penyelidikan kita dilakukan,” pungkas Anang.

Leave a Reply