Sisir Penunggak Pajak Kendaraan, Dispenda-Polisi Segera Gelar Operasi Besar-Besaran

Dispenda-Polisi Segera Gelar Operasi Besar-Besaran Oleh: Yuga Khalifatusalam

razia
Foto net

Jurnal Bandung – ‎Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat akan menggandeng aparat kepolisian guna menertibkan pemilik kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang (KTMDU).

Kepala Dispenda Jabar Dadang Suharto mengaku jengah terhadap pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak. Bagaimana tidak, setiap tahun, pemilik kendaraan yang ‘nakal’ tersebut terus bertambah.

“Untuk tahun 2013 saja, angka KTMDU mencapai 2,4 juta, tahun ini diperkirakan mencapai tiga juta lebih,” ungkap Dadang kepada Jurnal Bandung, Senin (25/5).

Dikatakan dia, ‎pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak tersebut tersebar di seluruh Jabar, seperti di Kabupaten Bekasi terdapat 441.552 kendaraan. Sedangkan di Kota Bandung terbagi dalam beberapa wilayah dengan jumlah bervariasi.

“Bandung III ada 51.348 kendaraan dan Bandung I ada 94.105 kendaraan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, banyaknya kendaraan yang tidak melakukan registrasi menjadi kendala dalam mendukung pembangunan di Jabar. Imbasnya, pelayanan masyarakat pun menjadi tidak optimal.

Terlebih, pendapatan asli daerah yang ditargetkan terus meningkat setiap tahunnya.

“Kalau kita diam, ini bentuk pembiaran,” ucapnya.

Selain membentuk tim satuan tugas khusus KTMDU, pihaknya pun sudah meminta seluruh kepala cabang Samsat untuk menyosialisasikan hal ini kepada pemerintah kabupaten/kota setempat.

“Saya minta semuanya sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya sebelum bergerak,” katanya seraya menyebut akurasi data pun sangat diperlukan.

Dadang menambahkan, pihaknya sudah bersepakat dengan Polda Jabar untuk menggelar operasi gabungan di seluruh Jabar terkait KTMDU ini. Hal ini dilakukan untuk mendorong pemilik kendaraan bodong agar mau membayar pajak.

“Dalam waktu dekat operasi besar-besaran ini segera digelar,” imbuhnya.

Dadang menandaskan, setelah inventarisasi dilakukan, pihaknya pun bersiap melakukan inovasi.

“Database kendaraan harus terus diperbaharui, sebab peningkatan jumlah pembelian pun terus terjadi,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply