Setiap Tahun, 2,8 Miliar APBD Pemprov Jabar Mengalir kepada PNS Fiktif

Oleh: Bayu Wicaksono

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Keuangan negara dirugikan oleh keberadaan PNS fiktif. Sebab, nama PNS yang tidak jelas keberadaannya ini tercatat sebagai penerima gaji setiap bulannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar Sumarwan mengatakan, jumlah PNS fiktif di lingkup Pemprov Jabar mencapai 120 orang. Dalam satu tahun, anggaran pemprov yang masuk ke rekening mereka mencapai sekitar Rp 2,8 miliar, baik untuk yang masih aktif maupun pensiun.

Sumarwan mengatakan, 120 PNS fiktif itu mayoritas bekerja sebagai staf biasa. Berdasarkan data yang dia miliki, pegawai fiktif itu bukan setingkat eselon II dan III.

“Di rovinsi paling sekitar 120 di data itu. Mereka (diduga) tidak mengisi E-PUPNS (pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik),” kata Sumarwan kepada jurnalbandung.com, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (21/4).

Dia melanjutkan, hingga kini, ke-120 PNS tidak jelas itu masih menerima gaji setiap bulannya. Dalam waktu dekat, rencananya proses pembayaran gaji akan dihentikan agar tidak terjadi kerugian negara.

“Masalahnya kompleks, sistem penggajian kan sekarang pakai sistem transfer. Ada yang meninggal enggak segera di-record. Gajinya akan kita setop, tapi sekarang belum,” ucapnya.

Disinggung besaran gaji para pegawai setingkat staff, menurutnya, kurang lebih sekitar Rp 2 juta. Jika diasumsikan besaran gajinya sebesar itu, dalam satu bulan, Pemprov Jabar mengeluarkan anggaran sekitar Rp240 juta untuk PNS tidak jelas. Sehingga, dalam satu tahun, dikeluarkan anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Dan hal ini, diduga sudah berlangsung lama.

“Ini baru ketahuan pas ada E-PUNS. Tapi kemungkinan kejadiannya sudah agak lama,” katanya.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihaknya akan meminta BKD di kabupaten/kota melakukan validasi data kepegawaiannya. Hal itu penting agar tidak ada lagi anggaran yang masuk ke rekening pegawai tidak jelas.

“Uang keluar harus tepat mengelolanya. Maka dengan PUPNS ini mendaftar kembali. Supaya anggaran itu kita betulkan,” pungkasnya

Share This

Leave a Reply