Separuh Siswa SMP di Jabar Berhenti di Tengah Jalan

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Jawa Barat disebut-sebut berada dalam kondisi darurat pendidikan menyusul rendahnya angka partisipasi kasar siswa SMA/SMK.

Betapa tidak, di Jabar, kini hanya sekitar separuh atau 51% saja siswa SMP yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMA/SMK. Sementara sisanya berhenti di tengah jalan.

“Hanya 51% saja (siswa SMP) yang meneruskan ke SMA/SMK,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Denny Juanda kepada Jurnal Bandung di Gedung Sate Bandung, Selasa (24/3).

Kondisi ini dinilainya cukup memprihatinkan. Denny bahkan menyebutkan Jabar kini dalam kondisi darurat pendidikan.

“Harus ada program khusus, Jabar ini darurat pendidikan SMA,” ucapnya.

Angka partisipasi siswa SMA/SMK tersebut, lanjut Denny, berada di bawah rata-rata angka partisipasi kasar siswa SMA/SMK di tingkat nasional.

Menurutnya, tingginya angka lulusan SMP yang tidak meneruskan ke SMA/SMK disebabkan berbagai faktor di antaranya minimnya ruang kelas dan keterbatasan guru.

Oleh karena itu, untuk menekan minimnya angka partisipasi siswa SMA/SMK, Pemprov Jabar akan membangun sekolah baru, khususnya di daerah pelosok untuk memudahkan warga mengakses pendidikan ke tingkat SMA/SMK.

“Nantinya akan dibangun SMA/SMK di daerah yang banyak penduduk,” ujar Denny seraya menambahkan, pihaknya kini tengah memetakan daerah mana saja yang belum memiliki SMA/SMK.

Menurut Denny, rendahnya angka partisipasi kasar siswa SMA/SMK di Jabar merupakan persoalan serius. Sebab, jika tidak segera ditindaklanjuti, bukan tidak mungkin program wajib belajar sembilan tahun di Jabar tak tercapai.

“Alokasi dana (pendidikan) 20%. Di luar BOS (bantuan operasional siswa) ada Rp3 triliun. Pakai ke situ (tekan rendahnya angka partisipasi). Hentikan pekerjaan yang tidak strategis, ini penting,” tegasnya.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat Jabar.

“Kita pun berambisi dan bercita-cita besar (meningkatkan angka partisipasi kasar SLTA). Bila SLTA dikelola pemprov, maka angka partisipasi SLTA akan meningkat karena sebagiannya kita gratiskan, kecuali yang unggulan-unggulan,” katanya.

Aher, sapaan akrabnya melanjutkan, pihaknya berencana membangun infrastruktur pendidikan secara besar-besaran sebagai bukti jika Pemprov Jabar peduli terhadap dunia pendidikan.

“Kita juga akan petakan mana saja dan dimana saja yang perlu dibangun SLTA agar bisa menampung siswa. 2015 ini kita sudah rencanakan pembangunan SMA-SMA dan sudah dilaporkan ke pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan. Kami akan segera meningkatkan angka partisipasi SMA. Targetnya saya pensiun bisa 95%,” tegasnya.

Bahkan, Aher menambahkan, jika diperlukan, alokasi anggaran pendidikan di Jabar pun bisa ditambah.

“Bila perlu anggaran, yang lainnya kita kurangi dan fokuskan pada pendidikan. Kita inginkan anak-anak tetap sekolah hingga tingkatan SMA,” tandasnya.

Leave a Reply