Sempat Telat, Pemprov Jabar Cairkan Gaji Guru SMA/SMK

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Pemprov Jawa Barat mulai mendistribusikan gaji guru SMA/SMK yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan.

Keterlambatan ini disebabkan belum tuntasnya proses administrasi alih kelola SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke Pemprov Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, keterlambatan gaji terjadi pada Januari hingga Maret.

Menurutnya, proses alih kelola SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi tidaklah mudah, terutama di masa transisi seperti saat ini.

Adanya peraturan menteri (permen) dalam negeri yang baru pun dirasa berpengaruh. Permen ini mengubah sistem penggajian dari semula hibah ke kabupaten/kota menjadi anggaran langsung di dinas pendidikan (disdik).

“Jadi anggaran di disdik, breakdown ke balai, dari balai ke sekolah,” jelas Iwa di Bandung, Kamis (20/4).

Pihak sekolah pun, lanjut Iwa, belum terbiasa mengurus administrasi hal tersebut. Akibatnya, berdampak pada terlambatnya proses pencairan.

Selain itu, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memerlukan waktu untuk mengurus proses administrasi peralihan tenaga kependidikan.

“Prosesnya dari BKN, bukan kita. Makanya agak terlambat. Kita membayar (gaji) harus ada dasar, yaitu SK dari BKN. Yang turun SK, kita tindak lanjut (bayar),” paparnya.

Namun, dia memastikan, keterlambatan pencairan gaji ini sudah teratasi dan gaji guru SMA/SMK sudah mulai dicairkan.

Iwa pun berjanji, hal ini tak akan terjadi lagi pada bulan-bulan berikutnya.

“Kami langsung memerintahkan kepala disdik dan pengelola keuangan. Jadi hari ini secara bertahap akan cair, baik untuk tunjangan penghasilan guru negeri, lalu untuk sertifikasi,” katanya.

Iwa menambahkan, saat ini, anggaran sebesar Rp286 miliar sudah disalurkan untuk pembayaran gaji Januari hingga Maret yang langsung ditransfer ke rekening guru.

“Hari ini bertahap cair dan sudah transfer ke rekening penerima, lalu ditransfer ke rekening guru,” katanya.

Share This

Leave a Reply