Seleksi Calon Direksi, OJK Tidak Haramkan Perubahan AD/ART Bank BJB

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan merubah AD/ART bank bjb bukan lah sesuatu yang haram. Pasalnya kewenangan dalam merubah AD/ART ini adalah kewenangan seluruh pemegang saham.

Kepala OJK Kantor Regional 2 Bandung Triana Gunangan mengatakan merubah AD/ART pemilihan calon direksi ini bukanlah sesuatu yang tabu, namun untuk merubah tersebut menjadi keweangan para pemilik saham.

“Kalau masalah AD/ART, RUPS, dan sebagainya, itu ranah dari bank itu sendiri,” katanya di Bandung, Rabu (30/1).

Menurut dia, OJK tidak mengatur apapun terkait proses seleksi yang dilakukan internal perbankan, termasuk Bank BJB. “Bagi OJK, kita tidak ada ketentuan spesifik mengenai itu. Itu koridor di governance, bagaimana bank atau perusahaan itu mengatur governance dalam hal melakukan penambahan modal, pergantian direksi, itu adalah ranah internal mereka,” katanya.

Oleh karena itu, dia kembali menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi Bank BJB untuk mengubah AD/ART terkait pendaftaran calon direksi. “Jadi saya kira itu diserahkan saja ke sana (BJB),” katanya.

Dia hanya memastikan OJK akan kembali menyeleksi calon direksi yang telah lolos seleksi di internal bank tersebut. Otoritas perbankan ini akan menelusuri rekam jejak para kandidat seperti menyangkut integritas, permasalahan keuangan, dan kompetensinya.

“Finansial ada enggak sangkutan-sangkutan dari kredit macet, atau masalah apa. Lalu dari sisi kompetensinya ada yang disyaratkan. Misal dia harus memiliki pengetahuan mengenai ekonomi,” katanya.

Sehingga, tambah dia, kandidat yang namanya diserahkan Bank BJB untuk diikutkan uji kelayakan belum tentu lolos menjadi direksi. Disinggung niat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ingin membuka selebar-lebarnya pendaftaran calon direksi ini bagi siapa pun, Triana mengapresiasi.

Menurut dia selama untuk mencari kandidat terbaik yang mampu membawa perubahan positif untuk perbankan tersebut, menurutnya tidak ada masalah apapun. “Kalau tujuannya untuk mendapatkan terbaik, nilainya universal. Enggak masalah dari sisi itu,” katanya.

Dengan cara seperti ini, menurut dia Bank BJB akan semakin berpeluang untuk mendapatkan calon direksi yang terbaik. “Artinya dengan cara terbuka, mungkin saja bisa menyaring semua yang tersembunyi. Kalau misalnya tidak terbuka, mungkin ada yang berpotensi, tapi tidak ada dalam table,” katanya.

Lebih lanjut, dia berharap pascapemilihan jajaran direksi yang baru, Bank BJB memiliki kinerja yang lebih baik lagi. “Diharapkan dengan ada penggantian ini jadi lebih baik lagi,” katanya.

Dia pun mendukung keinginan Ridwan Kamil yang ingin mengembalikan Bank BJB sebagai bank pembangunan. “Dicita-citakan jadi bank pembangunan, itu sudah selayaknya. Kehadiran BPD (bank pembangunan daerah) ini untuk mensejahterakan masyarakat Jawa Barat pada umumnya,” kata dia

Share This

Leave a Reply