Selain Transportasi Massal, Jabar Belajar Pengolahan Sampah dari Chongqing

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Pemprov Jawa Barat tertarik dengan sistem pengolahan sampah di Kota Chongqing, Tiongkok, yang ramah lingkungan dan menghasilkan energi terbarukan.

Sistem itu bisa ditawarkan pada pemerintah kota/kabupaten untuk mengadopsi sistem pengolahan sampah di kota besar setara dengan provinsi di Tiongkok tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah pun bisa meniru upaya Pemkot Metropolitan Chongqing dalam menanamkan budaya kebersihan pada masyarakat di kota tersebut.

Hal itu mengemuka pada pertemuan antara Pemprov Jabar dan Pemkot Metropolitan Chongqing dalam penandatangan nota kesepahaman (MoU) Sister Province di Hotel Wudu, Kota Chongqing, Senin (8/5).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan‎ (Aher) menuturkan, rencana kerja sama untuk mengatasi masalah persampahan tersebut memang di luar poin-poin yang mereka kemukakan.

Namun, kata Aher, melalui program Sister Province, kerja sama berbagai bidang bisa terwujud. Dalam persoalan persampahan ini, pihak Chongqing bisa berinvestasi di Jabar atau share teknologi ke Jabar.

“Mereka memiliki permasalahan yang sama awalnya dengan kita tentang persampahan. Namun akhirnya mereka merubah perilaku masyarakat. Itu bisa masuk dalam kerja sama pembudayaan sosial juga‎. Dampak perubahannya sungai bersih, kemudian sampah tidak berserakan,” tutur Aher.

Yang menarik, sebut Aher, tipping fee di Chongqing pun terhitung lebih rendah, hanya butuh 60-65 Yuan per ton atau sekitar Rp120.000-an lebih.

“Memang untuk di Jabar sekarang, untuk Chongqing masuk ke dua TPPAS sudah tidak keburu, kan Nambo sudah ada pemenangnya. Legok Nangka juga sudah proses lelang, paling ya beberapa tahun ke depan bisa diterapkan, tapi saya dorong pemerintah kota dan kabupaten memanfaatkan sistem pengolahan sampah dari Chongqing ini,” papar Aher.

Aher menegaskan, masalah pengolahan sampah merupakan urusan wajib pemerintah kota/kabupaten dan urusan pilihan pemprov. Meski pilihan, pihaknya tetap serius karena sampah harus ditangani. Sebab, jika tidak, akan jadi masalah besar.

Sementara itu, Wali Kota Chongqing Zhang Guoqing mengatakan, pihaknya siap membantu Jabar jika berminat menggunakan atau transfer informasi terkait sistem pengolahan sampah.

“Ya, di sini sampah juga sempat jadi permasalahan, tapi kami sudah bisa menanganinya,” katanya.

Leave a Reply