Sekda Jabar Beberkan Aturan Main Pencairan APBD 2016

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung -‬ Lambannya pengajuan pencairan anggaran dari pihak rekanan dituding sebagai salah satu penyebab masih minimnya pencairan APBD 2016. Akibatnya, penyerapan anggaran pun masih rendah.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, diperlukan langkah-langkah strategis demi akselerasi realisasi APBD 2016.‬ Di dalam surat edaran Nomor 900/37/KEU tentang tata cara pencairan belanja tidak langsung, penyampaian laporan pertanggungjawaban, penyetoran pendapatan daerah, dan sisa uang persediaan APBD 2016, ditekankan beberapa hal, terutama tenggat waktu pencairan.

‪Iwa menjelaskan, tenggat waktu pencairan tersebut, meliputi,batas akhir pengajuan pencairan belanja subsidi, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota paling lambat diajukan 7 Oktober pada APBD Murni dan 30 November pada APBD Perubahan.

‪Kemudian, lanjut Iwa, batas akhir pengajuan surat perintah membayar uang persediaan beserta kelengkapan persyaratan untuk keperluan oprasional akhir kegiatan paling lambat pada 25 November.‬

‪Bahkan surat edaran itu juga memerintahkan agar pekerjaan yang pelaksanaan kontraknya habis 31 Desember dapat mengajukan surat perintah membayar langsung pada 9 Desember.

“Dengan adanya surat edaran ini diharapkan penyerapan anggaran jauh lebih baik.‬ Ini sudah disebar ke semua OPD dan kepala daerah juga,” tandas Iwa.‬

‪Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Asep Hilman mengungkapkan, dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada pekan ini akan dicairkan. Dana BOS diakui Asep merupakan pos anggaran yang masih mengendap dengan nilai total mencapai Rp1,8 triliun.‬

‪”Minggu ini BOS untuk SD dan SMP dan proses untuk SMU. Paling lambat akhir Agustus (semua sudah cair),” tegasnya.

‪Diungkapkan Asep, proses pencairan dana BOS ini telah dimulai sejak Senin (8/8) lalu. Pada tahap awal, baru akan dicairkan seperempat dari total dana yang ada.

“Jadi 25% dari total BOS,” sebutnya.

Share This

Leave a Reply