Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Intensifkan Razia Rumah Kos dan Kontrakan di 30 Kecamatan

Oleh: JB-01

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
foto net

Jurnal Bandung – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akan mengintensifkan razia rumah kos dan kontrakan di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung.

Razia diintensifkan menyusul sinyalemen rumah kos dan kontrakan yang kerap disalahgunakan sebagai tempat praktik prostitusi.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto menegaskan, razia sebagai bentuk pengawasan terhadap praktik prostitusi yang disinyalir marak dilakukan di rumah kos maupun kontrakan.

Menurut dia, razia rumah kos dan kontrakan akan digelar intensif di 30 Kecamatan di Kota Bandung. Pihaknya menggandeng aparat kewilayahan di masing-masing kecamatan/kelurahan dalam razia ini.

“Ke depan saya perlu kerja sama dan informasi akurat dari aparat  kewilayahan untuk menyurvey dan meminta informasi yang akurat dari RT/RW tentang keberadaan rumah kos atau kontrakan di wilayahnya masing-masing,” ujar Eddy kepada Jurnal Bandung, Senin (18/5).

Di bawah kepemimpinannya, kata Eddy, Satpol PP bertekad menjadikan Kota Bandung sebagai kota yang terbebas dari prostitusi. Sebab, kata Eddy, hal ini menjadi bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) yang kini tengah digalakan.

“Saya ingin Bandung ini terbebas dari prostitusi, terutama rumah kos atau kontrakan. Kita ingin Bandung ini nyaman dan sejahtera, tidak ada penyakit masyarakat dan sebagainya. Di masa kepemimpinan saya, saya ingin Satpol PP berubah, itu memang target saya,” tegas Eddy.

Pihaknya pun tidak segan-segan memberikan sanksi tegas bagi pemilik dan penghuni rumah kos ataupun kontrakan yang menyalahgunakan tempat tinggalnya itu sebagai tempat praktik prostitusi.

Eddy juga mendesak para pemilik rumah kos dan kontrakan untuk turut serta mengawasi perilaku penghuni rumah kos dan kontrakannya agar perilaku yang mengarah pada praktik prostitusi bisa ditekan.

“Rumah kos atau kontrakan itu sebagai tempat tinggal, bukan malah dijadikan tempat prostitusi,” ucapnya.

Sabtu (16/5) di nihari lalu, lanjut Eddy, Satpol PP Kota Bandung merazia rumah-rumah kos di Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir.

Dari razia trsebut, petugas mengamankan empat pasangan bukan suami istri yang kedapatan sedang berduaan di dalam kamar kos. Keempatnya pun langsung digiring petugas.‬

“Sampel kita baru satu kelurahan  Dungus Cariang. Kita menyisir beberapa titik kos-kosan, hasilnya ada 4 pasangan yang kita amankan. Salah satu di antaranya, ada pasangan sudah menikah, tetapi  tertangkap basah oleh kita sedang selingkuh,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya pun menertibkan enam pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di pinggir jalan. Petugas menyisir sejumlah ruas jalan yang menjadi tempat mangkal PSK mulai dari Jalan Stasiun Timur, Otista, hingga kawasan Tegallega.‬

“Ada enam PSK yang terjaring dan langsung di BAP, langsung dikirim ke panti rehabilitasi di Sukabumi,” tandasnya‬.

Leave a Reply