Ridwan Kamil Nilai Kurikulum SMK saat Ini Sudah Ketinggalan Zaman

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan sudah ketinggalan zaman. Pasalnya saat ini industri-industri sudah menggunakan pola robotik, sedangkan dalam kurikulum SMK masih konvensional.

Dia mengungkapkan, Pemprov Jabar akan menjalin kerjasama dengan beberapa industri perusahaan suku cadang.

“Kita ada perubahan kurikulum SMK lebih kepada ekonomi digital, kemudian menitipkan penyerapan anak didik juga melalui industri, kita sedang membahas nanti asetnya milik provinsi tapi kurikulumnya bisa disempurnakan oleh Industri,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (26/11).

Dengan cara tersebut Ridwan Kamil memastikan lulusan SMK memiliki kualifikasi kerja tidak jauh berbeda dengan pekerja negara – negara berkembang lainnya. “Jadi setelah lulus mereka bisa langsung diserap. dengan begitu kualitas generasi baru kita mampu bersaing dengan negara – negara yang lebih siap,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga meminta kepada tenaga pengajar agar ikut dalam perubahan kurikulum. Dengan begitu, bisa menyampaikan pelajaran kurikulum yang baru dengan baik kepada para murid SMK.

“Menghadapi persaingan yang makin digital tidak hanya mempersiapkan anak didiknya berarti guru – gurunya secara kompetensi harus meningkatkan kualitas kemudian juga pesan dari pak Mentri, guru – guru ini harus lebih punya jiwa korsa sesama gurunya dan kombinasi antara peningkatan guru dan kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 dan kekuatan sosial itu yang menjadi harapan kepada guru guru,” tambahnya.

Share This

Leave a Reply