Ribuan Guru Honorer Dukung Hasanah, Ini yang Bakal Dilakukan Istri Cagub Hasan

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com  – Ribuan tenaga honorer yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, tenaga administrasi mendeklarasikan mendukung Paslon Cagub TB Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah).

Para Honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) pun juga mendukung Paslon Cawalkot Bandung Yosi Irianto – Aries Supriatna.

Ketua FHK2I Jawa Barat Iman Supriatna menjelaskan, bahwa ada sebanyak 36.900 orang yang siap memenangkan Paslon Cagub Hasanah dalam gelaran Pilgub Jabar 2018.

“Seluruh honorer Kategori 2 di Kota Bandung semua sepakat mendukung dan memenangkan pasangan Hebring di Pilwalkot Bandung dan Hasanah di Pilgub Jabar,” kata Iman mewakili para tenaga honorer yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, dia berharap dukungan yang diberikan ini, bisa dibalas dengan komitmen Hasanah dan Hebring dalam memperjuangkan para honorer sampai diangkat menjadi PNS.

“Padahal kami bersama PNS sama-sama mengabdi untuk pemerintah dan masyarakat.

Tapi selama ini nasib honorer seperti tak ada yang memperhatikan. Ini yang membuat kami kecewa. Kami berharap Hebring dan Hasanah lebih tajam lagi memperhatikan tenaga honorer,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama Bunda Hasanah, Ika Hasanudin mengaku akan menyampaikan keluhan para tenaga honorer tersebut kepada suaminya yang juga calon Gubernur Jawa Barat, Tb Hasanudin. Bahkan, ia bertekad akan berdiri paling depan memperjuangkan kesejahteraan para tenaga honorer terutama para guru.

“Saya tidak enak dengan istilah guru honorer. Buat saya, guru adalah guru. Rasanya naif sekali bila negara tidak hadir dalam memberikan kesejahteraan bagi para guru. Saya akan jadi orang pertama yang membisiki suami saya (Hasanudin) untuk memperjuangkan para guru honorer,” kata Ika.

Ika mengaku terenyuh dengan gigihnya para guru honorer yang memperjuangkan kesejahteraannya. Wanita berkulit putih dan berparas cantik tersebut mengaku kerap sedih setiap kali mendengar para guru honorer yang hanya menerima honor sebesar Rp 150 ribu per bulan.

“Guru saya juga sampai sekarang masih honorer. Saya sedih. Saya bisa merasakan betapa ikhlasnya para guru mendidik anak-anak kita. Tanggung jawabnya berat. Guru adalah aset bangsa yang menciptakan karakter anak-anak kita,” tutur Ika.

Leave a Reply