Ratusan Proposal Bansos dan Hibah Dibiarkan Menumpuk di Kantor Disnak Jabar

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Dinas Peternakan Jawa Barat tidak bisa berbuat banyak menanggapi pengajuan ratusan proposal bantuan dana hibah dan bansos dari para peternak di Jabar.

Ratusan proposal tersebut kini dibiarkan menumpuk menyusul pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengharuskan penerima bantuan, baik dana hibah maupun bansos, berbadan hukum.

Kepala Dinas Peternakan Jabar Dodi Firman Nugraha mengungkapkan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terkait penyaluran dana bantuan, khususnya kepada para peternak kecil yang benar-benar membutuhkan.

“Jadi dengan diberlakukannya undang undang tersebut, para peternak kecil yang tidak memiliki lembaga atau badan hukum tidak bisa mendapatkan bantuan, baik bansos maupun hibah,” jelas Dodi kepada Jurnal Bandung, di Bandung, Senin (21/9).

Agar bantuan tersebut bisa dicairkan, lanjut Dodi, pihaknya berharap para peternak, khususnya peternak kecil bisa menyiasatinya dengan bergabung kepada koperasi atau lembaga lain yang memiliki badan hukum.

Dodi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima ratusan proposal pengajuan dana bansos dan hibah dari peternak. Namun, karena terbentur aturan tersebut, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, mereka umumnya tidak memiliki badan hukum.

“Dengan adanya aturan tersebut, maka kita stop dulu bantuannya, apalagi mereka banyak yang tidak memiliki badan usaha,” katanya.

Menurut Dodi, selama ini, bantuan dana hibah dan bansos yang diberikan kepada peternak memang tidak berbentuk hewan, namun uang agar memudahkan dalam penyalurannya.

Anggaran bantuan yang diterima para peternak sendiri bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah. Meskipun disalurkan dalam bentuk uang, namun dia meyakinkan, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat pasca penyaluran bantuan tersebut.

“Kami memang tidak memberikan hewan, tapi uang. Tapi, kami juga tidak mengalokasikan anggaran, nilai bantuan didasarkan pada usulan peternak. Tahun ini, nilainya mencapai Rp75 miliar,” sebutnya.

Share This

Leave a Reply