Rancang Bangun Command Center PD Kebersihan Capai 40%

Oleh: Redaksi

Foto Redaksi
Foto Redaksi

Jurnal Bandung – Rancang bangun proyek command center milik Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung kini sudah mencapai 40%.

Hal itu dikatakan Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari saat disinggung progress pembangunan instalasi manajemen pengawasan berbasis informasi teknologi tersebut.

Selain terus mematangkan rancang bangun command center, pihaknya pun kini sudah selesai menerapkan sistem manajemen armada angkutan darat (fleet management system) pada tiap-tiap truk pengangkut sampah milik PD Kebersihan.

“Sistem itu diterapkan agar kinerja kendaraan serta pengemudinya bisa lebih efektif dan efisien,” jelas Gungun kepada jurnalbandung.com, Jumat (29/7).

Gungun menerangkan, dengan penerapan sistem yang dikerjasamakan dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) itu, keberadaan truk pengangkut sampah bisa terpantau langsung lewat teknologi global positioning system (GPS).‬

“Kelebihan lainnya, pusat kendali bisa langsung melakukan evaluasi dan skenario pengangkutan sampah yang lebih baik,” katanya.

Gungun menyebutkan, teknologi tersebut kini telah diterapkan pada lebih dari 100 unit truk pengangkut sampah milik PD Kebersihan.

“Kami juga tengah menjajaki pengembangan lainnya, termasuk penerapan smart card yang akan dikoneksikan dengan PD Kebersihan,” sebut Gungun.

Gungun menambahkan, ke depan, sistem tersebut akan diterapkan di seluruh armada truk pengangkut sampah milik PD Kebersihan yang jumlahnya mencapai 162 unit.

Sebelumnya, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadiman mengatakan, jika penerapan teknologi itu terwujud, PD Kebersihan menjadi perusahaan daerah pertama yang memiliki command center.

“Bisa dibilang ini command center versi mininya, tapi cara kerjanya hampir sama dengan yang di Balai Kota,” ungkap Deni, belum lama ini.

Melalui ruang kontrol itu, lanjut Deni, pihaknya dapat memonitor seluruh armada truk pengangkut sampah, mulai dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Deni menambahkan, keunggulan command center lainnya adalah untuk mengantisipasi sopir truk pengangkut sampah nakal yang melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.

Share This

Leave a Reply