Rame-rame Datangi Gedung Pakuan, Warga Jabar Curhati Gubernur Jabar

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Puluhan warga Jabar datangi rumah dinas (Gedung Pakuan) Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Kedatangan warga dari berbagai daerah ini ingin mengeluarkan semua unek-unek secara langsung kepada orang nomor satu di Jawa Barat.

Yeni, warga Ujung Berung, Kabupaten Bandung yang rumahnya rusak diterjang air bah karena tanggul Sungai Cipanjalu jebol pada Sabtu (9/2/2019) lalu. Yeni berharap ada bantuan dari Pemprov Jabar untuk memperbaiki rumahnya tersebut.

“Rumah saya kebanjiran, dinding jebol. Rumah saya pengen diperbaiki,” keluhnya, kepada Emil.

Warga lainnya, Wawan mengaku senang bisa bertemu secara langsung dengan Ridwan Kamil. Dia merupakan korban bencana Puting Beliung di Rancaekek Permai, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Wawan menyebut bencana yang dialaminya itu sangat dahsyat. Selain bencana puting beliung, dia dan warga lainnya juga saat ini sedang berjibaku melawan banjir yang menerpa wilayah Rancaekek.

“Baru pertama kali ke Gedung Pakuan. Kemarin kena puting beliung. Saya kemarin sedikit kecewa saat Pak Gubernur mengunjungi tapi tidak bisa bertemu. Tapi alhamdulillah terobati. Hari Jumat kemarin juga wilayah kena banjir sampai saat ini belum surut,” ucapnya.

Sementara itu, Iwan warga Cisolok, Kabupaten Sukabumi datang meminta kejelasan terkait relokasi dan pembangunan 28 rumah warga Cisolok yang diterjang longsor. Dia meminta Pemprov segera membantu untuk merealisasikan pembangunannya.

“Jadi sementara ini untuk 28 rumah untuk segera relokasi karena lokasinya sudah ada. Walau kata BMKG zona merah tapi mau ke mana lagi,” ujarnya.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkomitmen untuk segera menyelesaikan sejumlah keluhan warga. Ia telah memerintahkan bawahannya untuk menindaklanjutinya.

“Intinya semua di follow up. Dan tadi media mendengar sendiri, jadi intinya pintu pertolongan itu banyak,” ucapnya.

pria yang akrab disapa Emil menambahkan, sengaja mengundang puluhan warga ke Gedung Pakuan dalam program Temu Pimpinan Untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS). Melalui program tersebut dia ingin mendengar semua curhatan warga secara langsung.

Acara itu, juga dibuat secara sederhana tanpa ada jarak antara warga dengan pemimpinnya. Program tersebut akan digelar setiap minggu dengan mengangkat berbagai tema. Untuk TEPAS perdana mengusung tema kebencanaan.

“Kita memulai tradisi baru bagaimana masalah rakyat ini bisa didengar langsung dengan bentuk bertemu di rumah gubernur,” ujarnya.

Share This

Leave a Reply