PSSI, Liga 1, dan Prestasi Timnas Indonesia, Apa Hubungannya?

Ditulis oleh : Tegar Putra Imami

Mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

Sepakbola adalah olahraga yang paling terkenal diseluruh dunia. Tak terkecuali bagi para masyarakat di Indonesia. Sepakbola menjadi salah satu olahraga yang paling diminati di indonesia. Tak aneh jika misalkan anak kecil selalu bercita-cita menjadi pemain sepakbola ketika dirinya masih kanak-kanak. Dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, serta nasional selalu ada kompetisi sepakbola. Bahkan sepakbola telah menjadi kebiasaan hidup masyarakat indonesia.

Seperti halnya negara lain, Indonesia juga mempunyai badan yang mengurus perihal pesepakbolaan, yang bernama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).  PSSI adalah organisasi yang bertanggung jawab mengelola asosiasi sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Bagaimana liga berjalan dan peraturan yang ada tentang sepakbola, diatur dan disusun oleh PSSI.  

Membahas tugas yang diemban oleh PSSI, Liga 1 adalah kompetisi yang berjalan dibawah naungan PSSI, yang dimana berisi tim sepakbola se-Indonesia. Liga 1 ini berjalan setiap setahun kalender, dimulai pada bulan juli dan berakhir di bulan april. Berisikan 18 tim dengan sistem liga dan degradasi. Juara dan runner-up dari liga akan mewakili indonesia di ajang AFC CUP. Tapi jika membahas prestasi timnas Indonesia, apa hubungannya dengan PSSI dan Liga 1?

PSSI dan liga 1 adalah kunci akankah timnas Indonesia akan berprestasi di kancah internasional. Timnas akan berjalan karena dibawah naungan PSSI, perihal fasilitas yang diinginkan, baik tempat latihan (Training Center), hotel, bahkan staff pelatih timnas ditentukan oleh PSSI. Liga 1 berperan dalam pemanggilan setiap pemain, karena liga 1 menjadi acuan untuk masuk timnas, walau tak sedikit pemain yang bermain diluar negeri (abroad). Namun apakah perhari ini, prestasi timnas berkembang?

Dalam tingkat senior, Timnas Indonesia terakhir juara yakni di tahun 1991, di ajang Sea Games. Setelah itu, pencapaian tertinggi timnas hanya sebatas Runner-up sebanyak 5 kali. Berbagai cara telah dilakukan oleh PSSI, salah satunya dengan me-naturalisasi orang yang bukan berdarah Indonesia. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh besar terhadap timnas Indonesia. Justru hal ini hanya menjadi cara bagi setiap klub liga 1 supaya menambah kuota pemain asing dengan me-naturalisasi pemain tersebut. PSSI juga mencoba mendatangkan pelatih kelas internasional, namun nampaknya satu orang belum mampu memberikan prestasi yang lebih tinggi untuk timnas Indonesia. Lalu sebenarnya apa yang kurang?

Nampaknya PSSI harus mencoba merangkai kembali dari hal yang paling mendasar. Bukan rahasia lagi jika timnas Indonesia belum mempunyai fasilitas yang bersifat kelas internasional dalam tempat latihan. Seringkali memakai lapangan klub liga 1 untuk latihan timnas indonesia, hal ini bisa menjadi satu alasan mendasar mengapa prestasi indonesia belum meningkat.  Selain itu, PSSI juga perlu untuk lebih memperhatikan akademi akademi sepakbola yang terdapat di Indonesia dengan memfasilitasi setiap akademi, karena banyaknya kendala bagi para generasi berbakat yang terkendala akan hal tersebut. Padahal sebenarnya sepakbola indonesia tidak akan kekurangan pemain berbakat, namun bagaimana cara mengembangkan hal tersebut yang masih menjadi pertanyaan.

Regulasi liga 1 yang ada juga mempengaruhi terhadap timnas Indonesia, yang dimana setiap klub hanya bisa menyumbangkan 2-3 pemainnya kepada Timnas Indonesia. Yang akhirnya berimbas kepada pelatih karena tidak bisa memanggil pemain sesuai yang diinginkan secara maksimal karena terbatasi oleh regulasi liga. yang ketika berbicara perihal timnas, harusnya setiap klub tidak harus perhitungan untuk perkembangan timnas Indonesia. Namun satu hal yang harus dibenahi dalam pesepakbolaan di Indonesia adalah mencampurkan urusan sepakbola dengan urusan urusan lain, entah itu politik, bisnis, atau kepentingan pribadi. Baik didalam badan PSSI, atau badan klub-klub liga 1. Selamanya sepakbola tidak bisa dicampurkan dengan hal lain. Serta libatkan orang orang yang paham akan sepakbola, bukan hanya orang orang yang hanya ingin mendapat jabatan.  Prestasi Timnas Indonesia akan meningkat seiring berjalannya waktu, namun pertanyannya, kapan? Proses dan hal yang tejadi di depan akan menjawab semua itu, tinggal bagaimana kepedulian kita terhadap sepakbola, tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Perbaiki dari hal yang kecil sampai menghasilkan sesuatu yang besar.

Leave a Reply