Presiden Joko Widodo Tinjau Retensi Cieunteung

Oleh: Dadan Burhan AA

Jurnalbandung.com- Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan proyek kolam retensi di Cieunteung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin, (4/12)

Jokowi meyakini pembangunan kolam retensi dan terowongan saluran air bisa mengurangi banjir tahunan di Baleendah, Bojong Soang dan Dayeuh Kolot.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi proyek kolam retensi didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Menteri Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Kepala BNPB Willem Rampangilei, Bupati Bandung Dadang M Nasser  juga turut mendampingi Presiden Joko Widodo.

Presiden sebelumnya meresmikan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Seusai menjajal Tol Soroja, rombongan kemudian langsung bergerak ke lokasi kolam retensi dari pintu Tol soreang menuju pintu keluar Tol buahbatu.

Presiden Joko Widodo mengatakan, kolam retensi ditargetkan akan selesai pada tahun 2018. Setelah kolam retensi rampung, kemudian akan dilanjutkan dengan membangun terowongan air. Menurutnya, itu merupakan solusi atas banjir tahunan di Kabupaten Bandung.

Setelah kolam retensi dan terowongan rampung, Jokowi mengatakan, akan mengintensifkan penataan kawasan hulu sampai hilir DAS Citarum dengan normalisasi sungai. Menurutnya, keterpaduan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting dalam penataan DAS Citarum ke depannya.

“Mungkin Januari 2018 kita akan mulai besar-besaran dari hulu sampai ke hilir,” kata Joko Widodo.

Dia mengatakan, akan fokus dulu ke penanganan DAS Citarum. Bila dirasakan tahapannya sudah benar, akan dilanjutkan ke aliran sungai lainnya.

Kerusakan lingkungan ada kaitannya dengan banjir yang terjadi di beberapa daerah, sambung Jokowi, utamanya bila terkait dengan penataan DAS Citarum. Menurutnya, penanaman di daerah hulu harus betul-betul diperhatikan, baik oleh kementerian terkait maupun pemerintah daerah.

“Secara konkret kita harus nanem betul-betul di hulu,” ucapnya.

Selain kerusakan alam, faktor cuaca ekstrem juga turut berperan.

“Ada hujan yang ekstrim. Problem itu yang memang harus kita tangani,” ungkapnya.

Leave a Reply