PPDB Tingkat SMA Dinilai Masih Bermasalah

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA di Provinsi Jawa Barat dinilai masih banyak persoalan. Salah satu masalah yang paling krusial adalah buruknya kualitas teknologi internet yang digunakan untuk pendaftaran dalam jaringan (online).

Menurut Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Jawa Barat Dwi Subawanto, pihaknya banyak menerima keluhan tentang buruknya server dalam situs ppdb.jabarprov.go.id khususnya untuk tingkat SMA. Menurutnya, sejak awal dibukanya pendaftaran, situs tersebut mengalami banyak persoalan sehingga menyulitkan pendaftar.

“Dari sejak awal, dari tanggal 3 (Juli) sudah error untuk SMA,” kata Dwi saat dihubungi, Minggu (9/7). Akibatnya, kata dia, selain susah diakses, banyak nama siswa yang memiliki nilai tinggi tiba-tiba hilang dari daftar siswa yang diterima di SMA tujuan.

“Orang tua banyak yang gelisah, (nama) anaknya hilang. Passing grade 32, di tampilan (sistus ppdb) terendah 27, tertinggi 34. Harusnya masuk, tapi terpental. Ini karena error atau karena missing link, atau apa? Ini membuat orang tua resah dan gelisah, ini terjadi di semua daerah,” bebernya.

Padahal, lanjut Dwi, pihaknya sudah sejak lama meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengkaji ulang penggunaan teknologi dalam server situs tersebut. Terlebih, lanjutnya, berdasarkan pengalaman PPDB di Kota Bandung yang jumlah siswa dan sekolahnya jauh lebih sedikit, persoalan teknis ini menjadi hal krusial yang sering terjadi.

“Kota Bandung yang (siswa dan sekolahnya) sedikit saja, sering gangguan. Apalagi ini Jawa Barat yang lebih luas dan banyak. Makanya dari awal kami meminta agar aplikasi sistem IT yang dipakai oleh Disdik itu diaudit kelayakannya,” paparnya.

Seharusnya, sambung dia, Dinas Pendidikan menginformasikan ke masyarakat luas akan teknologi apa yang digunakan dalam situs PPDB. Namun, lanjut dia, penginformasian dan audit penggunaan sistem IT ini tidak dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Sehingga kami menilai wajar kalau saat ini error, karena sistemnya belum dikaji,” ujarnya. Dia pun mempertanyakan pengakuan dari Dinas Pendidikan yang menyebut sistem situs PPDB ini dibantu oleh Institut Teknologi Bandung.

“Katanya di-back up oleh ITB. Apa benar?
Kalau benar, seharusnya lancar, jalan terus,” katanya.

Dia menambahkan, persoalan PPDB jalur nonakademik pun masih belum tuntas hingga saat ini. Padahal, kata dia, seharusnya pada masa PPDB jalur akademik ini, persoalan pada jalur nonakademik harus sudah tuntas.

“Faktanya masih ada masalah,” katanya. Oleh karena itu, dia mengimbau orang tua siswa agar tidak menjadikan hasil di situs PPDB sebagai patokan utama.

“Kami mengimbau orang tua, tunggu besok saja (Senin 10 Juli), jam 14.00,” ujarnya.

Share This

Leave a Reply