Politisi PKS Ini Dorong Gerinda-PKS Jalin Komunikasi Kembali Jelang Pilgub Jabar

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – ketidaksepahaman yang terjadi antara PKS dan Gerindra Jabar masih terus berlangsung, hal tersebut membuat politisi PKS ini angkat bicara. Adalah Haris Yuliana, seorang ahli strategi mengatakan bahwa pihaknya berharap kedua pimpinan partai harus melakukan komunikasi kembali, sehingga bisa mendapatkan jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak.

Menurut Haris, pertemuan tersebut sangat penting, mengingat sejauh ini ada sebuah miskomunikasi antara PKS dan Gerindra.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi, menyatakan mencabut dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang awalnya diusung PKS. Hal ini katanya disebabkan tidak ada follow up atau langkah lanjutan selama sebulan dari pasangan tersebut dan PKS, setelah penetapan pasangan ini pada 17 Agustus 2017.

Haris mengatakan selama ini yang terjadi hanyalah saling ujar dan menanggapi antara PKS dan Partai Gerindra, melalui media massa. Hal ini, katanya, tentunya akan membingungkan masyarakat, terutama para kader masing-masing partai, membuat keresahan dan suasana jadi tidak kondusif.

“Saya mendorong para pimpinan duduk bersama. Sikap serius DPD Partai Gerindra Jabar harus ditanggapi PKS. Saat tidak menyetujui dengan pasangan yang diusung, tinggal dibahas bareng saja. PKS dapat terbuka dan mempertimbangkan sikap Partai Gerindra,” kata Haris saat ditemui seusai diskusi Pilkada Jabar 2018 bersama Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi di Bandung, Selasa (26/9).

Haris mengatakan sebagai partai koalisi kuatnya Partai Gerindra, PKS jangan sampai memaksakan kehendak sendiri, yang akhirnya akan mengganggu soliditas koalisi dua partai ini. Hak tersebut pun berpotensi mengganggu proses pemenangan Pilgub Jabar 2018.

Haris mengatakan sangat yakin koalisi PKS dan Gerindra masih sangat kuat. Di partai manapun, ujarnya, dinamika pasti berkembang dan hanya dibutuhkan evaluasi koalisi. Selama ini PKS masih mengusung pasangan yang dulu dan belum ada komunikasi lanjutan dengan Gerindra. Makanya, kata Haris, masih gaduh di publik.

“Apa yang jadi ketidakyakinan Mulyadi kepada pasangan ini, buka saja. Pak Mulyadi punya sikap jelas dan Prabowo pun katanya mengikuti rekomendasi DPD. Jadi, apa yang jadi kerisauan Pak Mulyadi atau Gerindra, ungkapkanlah,” katanya.

Saat ditanya kesediaannya menjadi calon wakil gubernur dari PKS untuk mendampingi Deddy Mizwar, Haris Yuliana yang merupakan Wakil Ketua DPRD Jabar ini mengatakan siap melaksanakan apapun perintah partainya. “Istilahnya kalau disuruh turun ke medan perang, haram untuk mundur,” kata Haris.

Leave a Reply