Perda K3 Diterapkan, Penjual Tong Sampah Laku Keras

Oleh: Ferry Prakosa

foto oleh: Ferry Prakosa

Jurnal Bandung – Pemberlakuan denda bagi masyarakat yang tidak melengkapi mobilnya dengan tong sampah memberikan keuntungan tersendiri bagi penjual tong sampah.

Adalah Yusuf, pemuda berumur 35 tahun ini mengaku mendapatkan keuntungan dari pemberlakuan peraturan daerah (Perda) Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) tersebut.

Bagaimana tidak, pria yang identik dengan topi hitamnya ini mengaku bisa meraup rupiah hingga Rp500 ribu per hari dari berjualan tong sampah.

“Alhamdulillah nambah-nambah penghasilan,” ucapnya kepada Jurnal Bandung di sela-sela aktifitas rutinnya berjualan tong sampah di Perempatan Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (17/12).

Menurutnya, sejak perda tersebut diberlakukan per 1 Desember lalu, dirinya bisa menjual 20 buah tong sampah setiap harinya.

“20 buah per hari dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Iip (43) yang juga menyambi menjual tong sampah mengaku, sejak Perda K3 diberlakukan, dia mendapat keuntungan lebih untuk dibawa pulang ke rumah.

“Alhamdulillah laris,” ucapnya.

Iip menambahkan, yang membeli tempat sampah pada dirinya adalah pengendara mobil berpelat nomor D atau dari Bandung. Akan tetapi, kata Iip, tidak jarang pula pembeli adalah pengendara mobil berpelat nomor selain D.

“Rata-rata mobil plat D, tapi ada juga yang dari luar,” imbuhnya.

Iip pun sangat setuju dengan aturan Pemkot Bandung yang mewajibkan setiap mobil dilengkapi tong sampah.

“Perlu lah, kan ada undang-undangnya,” tandasnya.

Leave a Reply