Pengurus KONI Jabar Resmi Dilantik, Polemik Berakhir

Oleh: Gatot Puji Utomo
IMG_20141015_104605
Jurnal Bandung – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode 2014-2010 resmi dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di GOR Tri Lomba Juang, Rabu (15/10).

Pelantikan ini pun sekaligus mengakhiri konflik di tubuh KONI Jabar yang belakangan ini terjadi. Pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Selain itu, nampak hadir sejumlah atlet Jabar yang dipersiapkan menghadapi PON XIX 2016.

Dalam sambutannya, Deddy menyampaikan sejumlah harapannya terkait prestasi olah raga Jabar. Menurutnya, pengurus KONI sekarang mengemban tugas dan harapan untuk memajukan olah raga Jabar.

“Maka dari itu, kinerja organisasi harus lebih ditingkatkan lagi, juga harus mempersiapkan layanan prima bagi atlet-atlet yang akan mengharumkan nama Jabar dan Indonesia. Mari kita sama-sama menjaga dan mendukung untuk menjadikan Jabar ka-hiji,” singkatnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat dimintai konfirmasinya terkait kemelut yang terjadi di tubuh KONI Jabar mengaku belum mengambil langkah untuk menyelesaikan polemik yang melanda KONI Jabar.

Heryawan mengaku menyerahkan semua persoalan tersebut ke KONI Pusat. Menurut Heryawan, KONI pusat lebih berwenang untuk menyelesaikan polemik ini. Sebab, kata dia, penetapan kepengurusan KONI daerah berada di tangan KONI Pusat.

“Kita tunggu pusat, karena urusan pusat yang menetapkan kepengurusan seperti ini. Mudah-mudahan pusat bisa mendengar dan meneliti lebih lanjut,” kata Heryawan.

Seandainya pun diperlukan untuk menengahi persoalan di tubuh komite olahraga tertinggi di Jabar ini, Heryawan akan memilih waktu yang tepat sehingga dirinya tidak melangkahi kewenangan pihak lain.

“Sampai hari ini saya belum ikut campur. Kalaupun ada upaya mediasi, harus ada waktu yang tepat, timing yang tepat,” kata Heryawan.

Menurut gubernur dua periode ini, sikap tersebut diambil agar pihaknya tidak memihak ke salah satu kubu. Lebih lanjut Heryawan mengaku sudah menerima sejumlah laporan dari beberapa pihak terkait mengenai polemik di KONI Jabar ini.

Seperti diketahui, polemik KONI Jabar berawal dari adanya perubahan agenda rapat anggota tahunan KONI Jabar menjadi musyawarah olah raga provinsi luar biasa pada September lalu yang secara aklamasi memilih Ahmad Saefudin yang sebelumnya menjabat wakil ketua.

Ketua Dewan Kehormatan KONI Jabar Eka Santosa mengadukan adanya pembelokan mekanisme yang dianggap melanggar AD/ART KONI kepada KONI pusat beberapa waktu lalu.

Mereka menilai Musorprov tersebut cacat hukum karena tidak sesuai dengan koridor peraturan organisasi yang ada. Mereka juga berharap KONI pusat bisa meminta KONI Jabar untuk kembali kepada SK awal di mana telah ditetapkan adanya Plt dan meminta Musorprov digelar pada Desember mendatang sesuai jadwal semula.

Leave a Reply