Penggemar Batu Akik Temu Kangen di Lapangan Tegallega

Oleh: Ridwan Farid

pameran batu akik
Foto net

Jurnal Bandung – Seolah ingin meluapkan rasa rindunya, para penggemar batu akik berkumpul di Lapangan Tegallega sejak Rabu (27/3) kemarin.

Mereka bertemu dan berbincang, namun tak ada perbincangan lain selain soal batu akik. Dari perbincangan itu tak jarang pula dari mereka yang akhirnya saling tertarik dengan koleksi batu akiknya masing-masing.

Jika sudah begitu, di antara mereka ada yang memilih barter atau langsung bertransaksi, membeli dan menjual batu akik koleksinya.

Itulah sekilas pemandangan di acara Bdg Gemstone Carnaval 2015 yang digelar di Lapangan Tegallega sejak Rabu (26/3) dan berakhir hari ini Kamis (27/3). Selama dua hari itu, para penggemar batu akik seolah sedang reunian atau temu kangen.

Karena kesamaan hobinya, penggemar batu akik memiliki ikatan persaudaraan yang cukup kuat. Dimana pun mereka bertemu, mereka seperti saudara atau sahabat yang lama tak berjumpa.

“Ajang ini seperti reunian, temu kangen. Kita sesama penggemar batu akik itu seperti saudara,” ungkap salah seorang penggemar batu akik Jovita, 35, kepada Jurnal Bandung di sela-sela kontes batu akik di Bdg Gemstone Carnaval 2015, di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Jumat (27/3).

Di acara seperti ini, lanjut Jovita, para penggemar batu akik bukan sekedar melakukan jual beli. Lebih dari itu, penggemar batu akik akan saling berbagi pengalaman dan pengetahuannya soal batu akik.

Jovita mengungkapkan, tak ada patokan standar dalam transaksi jual beli batu akik. Jika sudah merasa suka, seseorang takkan ragu mengeluarkan koceknya, berapapun nilai yang ditawarkan.

“Istilahnya, batu ini bisa saja ditawar 20 juta oleh orang yang memang suka dan lagi nyari jenis batu ini. Tapi, bisa juga ditawarkan 200 ribu pun takkan laku jika kita nawarinnya ke orang yang gak suka,” tutur Jovita sambil menunjukkan batu bergambar yang katanya berasal dari Garut itu.

Hal yang sama dikatakan Emon, 59. Warga Dago, Kota Bandung itu mengaku senang dengan digelarnya Bdg Gemstone Carnaval 2015 ini. Menurutnya, acara ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama pencinta batu akik.

“Seperti silaturahmi, kita jadi lebih dekat. Bahkan, tidak jarang kita ketemu teman lama di sini, teman sesama penyuka batu tentunya,” ujarnya tersenyum.

Koordinator acara Nanang Ashari mengatakan, acara ini dipersembahkan bagi para penggemar batu akik, khususnya di Kota Bandung.

Selain untuk mendongkrak perekonomian warga Kota Bandung, acara ini pun diharapkan bisa menarik perhatian wisatawan.

“Saya sih berharap, demam batu akik ini tidak berhenti. Sebab, batu akik terbukti membuka banyak lapangan kerja,” ucap pemilik batu akik bermotif Presiden RI pertama Soekarno yang konon ditaksir bernilai hingga Rp1 miliar itu.

Leave a Reply