Pengamat: Strategi NasDem-PDIP “Amankan” Emil Terbaca Jelas

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Sinyal kuat koalisi PDIP-NasDem di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 sudah terbaca jelas sejak NasDem menggandeng Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar.

Langkah mendeklarasikan Emil sebagai jagoan NasDem di Pilgub Jabar dinilai hanya taktik belaka di antara NasDem dan PDIP sebagai dua partai yang sangat harmonis.

Terbukti, NasDem sudah mempersilakan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, untuk mendaftar di penjaringan calon kepala daerah PDIP yang mulai dibuka 20 Mei 2017 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan, ada dua alasan mengapa Partai NasDem memberikan kebebasan bagi Ridwan Kamil untuk mendaftar di penjaringan PDIP.

Alasan pertama, kata Asep, sikap itu memang mutlak dilakukan karena NasDem hanya memiliki 5 kursi di DPRD Jabar.

Kondisi itu membuat NasDem tak memungkinkan untuk mengusung pria yang akrab disapa Emil itu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

“Namun, dengan dukungan 20 kursi yang dimiliki PDIP di DPRD Jabar, kekuatan NasDem sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan Ridwan Kamil bertarung di Pilgub Jabar 2018,” terang Asep di Bandung, Selasa (16/5).

Alasan kedua, lanjut Asep, NasDem tak ingin kehilangan Ridwan Kamil. Bahkan, Asep mengatakan, strategi yang dilakukan NasDem dan PDIP itu sangat terbaca sejak awal NasDem menggandeng Emil.

“Sudah kebaca betul NasDem akan menggandeng PDIP. NasDem sengaja mendekati Ridwan Kamil duluan agar tidak diambil oleh Gerindra atau PKS,” sebutnya.

Asep menjelaskan, sebagai partai besar, PDIP tak mungkin tiba-tiba menggandeng Emil tanpa melalui mekanisme partai.

Meskipun, kata Asep, PDIP sendiri sebenarnya sudah lama mengincar Emil. Oleh karenanya, sebagai partai kecil, NasDem sengaja lebih dulu menggandeng Emil.

“Itu ego partai besar, ngapain ujug-ujug ngambil Emil,” ujarnya.

Asep melanjutkan, sebelumnya, PDIP sempat memberikan pernyataan akan memberikan kejutan-kejutan di Pilgub Jabar.

Namun, dengan strategi yang sudah terbaca ini, kata Asep, janji kejutan itu hanyalah taktik belaka. Asep pun meyakinkan, koalisi PDIP-NasDem sudah bisa dipastikan terjadi.

“Di permukaan kitu-kitu keneh, tidak ada terobosan. Kalau PDIP meninggalkan Emil dan NasDem, itu baru kejutan,” seloroh Asep sambil tertawa.

Yang tersisa saat ini, tambah Asep, PDIP-NasDem serta partai lainnya yang kemungkinan akan merapat berupaya mencari sosok yang tepat bagi pendamping Emil.

Asep berharap, dalam upaya ini, PDIP dan partai koalisinya bisa benar-benar memberikan kejutan.

“Bisa saja PDIP mengajukan kader internalnya sebagai pendamping Emil. Bahkan, bukan tidak mungkin pula kader PDIP jadi calon gubernurnya, sementara Emil wakilnya. Kita tunggu saja kejutan itu,” tandas Asep.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jabar Saan Mustopa menyatakan, pihaknya tak ingin membatasi gerak langkah pria yang akrab disapa Emil itu dalam membangun komunikasi politik dengan partai lain.

“NasDem tidak akan pernah memagari Kang Emil, harus dengan partai ini, harus dengan NasDem, gak. Kang Emil kita beri kebebasan untuk berkomunikasi,” tegas Saan.

Bahkan, Saan menegaskan, pihaknya pun tidak keberatan jika Ridwan Kamil mendaftar dalam penjaringan calon gubernur PDIP.

“Kalau itu syaratnya didukung PDIP harus daftar, silakan,” ucapnya.

Share This

Leave a Reply