Pengamat ini Minta Gubernur Belajar dari Kasus Kredit Fiktif Bank BJB Syariah Saat Menentukan Direksi Bank BJB

Oleh : Yuga

Jurnalbandung.com – Pakar ekonomi dan perbankan dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi, menegaskan siapapun nanti yang akan mengisi jajaran direksi BJB harus memiliki kopetensi di bidang perbankan.
Menurutnya, rekam jejak di dunia perbankan jajaran direksi di BJB sangat penting demi berkembangnya bank BUMD milik pemprov Jabar.
Dia mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) selaku pemegang saham pengendali harus belajar dari kasus kredit fiktif yang terjadi di Bank BJB Syariah (anak perusahaan Bank BJB).
“Kita tahu kasus BJBS, mantan politisi yang dipaksakan jadi pimpinan direksi. Sehingga ya (Bank BJB Syariah) tidak berjalan secara optimal,” kata Acuviarta di Bandung, Minggu (28/4).

Selain itu, menurutnya yang mengisi calon direksi di BJB ini harus memiliki pengalaman menjabat sebagai direksi perbankan.
“Misal perlu direksi yang pernah menjabat direksi, atau setidaknya setingkat di bawah direksi. Intinya punya jam terbang dan rekam jejak yang paham dengan bisnis perbankan,” katanya.
Dia menambahkan, Jabatan komisaris, jangan sekadar menjadi lahan baru bagi orang-orang yang sudah pensiun, atau yang memiliki kedekatan dengan pemilik tanpa didukung aspek profesionalitas.
“Kalau ingin mendorong kemajuan BJB hanya dari sisi direksi, tanpa didukung komisaris profesional dan kompeten, saya kira susah. Itu kan satu paket,” katanya.
Pemilihan calon direksi bank BJB akan dilakukan saat Rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank BJB. RUPS sendiri akan diselenggarakan pada 30 April mendatang.

Share This

Leave a Reply