Pemprov Jabar-Anak Motor Angkat Pamor Kopi Java Preanger Lewat Film Kelana Roda Dua

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Pemprov Jawa Barat berkolaborasi dengan komunitas pencinta motor dalam rangka mengangkat sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kopi Java Preanger asal Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, yang kini belum banyak dikenal masyarakat.

Kolaborasi juga sebagai salah satu upaya Pemprov Jabar untuk mempromosikan Gunung Puntang sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik di bumi Parahyangan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bentuk dari kolaborasi unik ini adalah pembuatan film semidokumenter bertajuk “Kelana Roda Dua”. Film yang disutradarai oleh Omar Annas ini mengisahkan tentang perjalanan Omar untuk menjelajahi secara acak alam Jabar menggunakan motor kesayangannya, yang kemudian menemukan keindahan alam dan kenikmatan rasa kopi Gunung Puntang milik Ayi Sutedja.

“Film ini sangat unik, mengolaborasikan pencinta motor, nikmatnya kopi, dan indahnya alam. Uniknya lagi, inisiatif ini muncul dari Pemprov Jabar. Aku sendiri kaget waktu diajak kerja sama, seperti doa yang terjawab bisa berkontribusi untuk Jawa Barat,” ungkap Omar ketika pemutaran perdana film Kelana Roda Dua di Spasial, Jalan Gudang Selatan, Kota Bandung, Minggu (18/12) malam.

Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Ade Sukalsah menyebutkan sebelum pembuatan film ini, pihaknya melakukan riset komprehensif mengenai kopi Java Preanger yang ternyata memiliki nilai historis tinggi.

“Bibit kopi inilah yang pertama kali dibawa Belanda untuk ditanam di nusantara. Jadi, ini adalah leluhur dari varian kopi-kopi terbaik di Indonesia, seperti Toraja, Gayo, dan Sidikalang. Sekarang ini, dikembangkan di Gunung Puntang oleh Kang Ayi Sutedja,” papar Ade.

Bahkan, lanjut Ade, biji kopi Java Preanger sempat menyabet predikat kopi terbaik di kontes Specialty Coffee di Atlanta, Amerika Serikat, Maret lalu. Prestasi membanggakan inilah yang menjadi alasan terciptanya film Kelana Roda Dua.

Ade menambahkan, selain menjadi salah satu wilayah perkebunan kopi terbaik di Indonesia, Gunung Puntang juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa, serta sarat akan nilai historis. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang mencanangkan kunjungan 20 juta wisatawan di tahun 2019.

“Di Gunung Puntang ada reruntuhan Stasiun Radio Malabar milik Belanda. Lagu Halo-halo Bandung terinspirasi dari percakapan nirkabel pertama pada tahun 1917 yang menghubungkan Stasiun Radio Malabar dengan Belanda,” terang Ade.

Melalui film ini juga, Pemprov Jabar berharap, generasi muda dapat terinspirasi oleh prestasi dari Ayi Sutedja dan kreativitas Omar Annas.

“Kami mengajak generasi muda untuk berkarya secara positif, jelajahi daerah yang indah di rumah kita sendiri di Jawa Barat dan menghindari kegiatan yang berujung kepada kekerasan,” tuturnya.

Pemutaran perdana film “Kelana Roda Dua” ini dikemas dalam acara nonton bareng di Spasial Bandung yang diawali konvoi motor dengan jalur Gedung Sate-Jalan Asia Afrika-Jalan Braga-Jalan Ahmad Yani (Kosambi)- Gudang Selatan.

Sedikitnya 200 unit motor berbagai jenis, seperti motor tua, custom, hingga motor keluaran tahun 2000-an terlibat dalam konvoi damai ini.

“Anak muda adalah agen perubahan. Oleh karenanya, pas sekali kalau mereka kita ajak agar semakin familiar dengan kekhasan kopi Jawa Barat. Mudah-mudahan dengan coffee tasting sebagai salah satu agenda, menjadi gerbang bagi anak muda Bandung untuk makin mencintai kopi Java Preanger,” pungkas Ade.

Leave a Reply