Pejabat Dirotasi, DPRD Minta Pemprov Jabar Optimalkan Kinerja

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

BANDUNG – Seiring rotasi pejabat yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, DPRD Jabar menuntut Pemprov Jabar mengoptimalkan kinerjanya. Rotasi pejabat eselon II itu harus disertai perubahan positif di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Anggota Komisi I DPRD Jabar Dedi Hasan Bahtiar mengatakan, program pembangunan yang dilakukan pemprov harus semakin efektif dan efisien dengan berorientasi pada kesejahteraan warga.

“Pelayanan kepada masyarakat supaya lebih baik lagi,” ucap Dedi kepada Jurnal Bandung.com di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (12/1).

Oleh karena itu, Dedi pun meminta pemprov segera mengisi sejumlah jabatan yang kosong akibat rotasi tersebut, seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Terlebih, berbagai program pada APBD 2016 harus segera berjalan, mumpung masih di awal tahun.

“Harus secepatnya diisi, tidak boleh kosong. Kita mau running APBD 2016. Ini harus segera berjalan, agar penyerapan anggarannya bagus,” kata Dedi seraya menyebut penempatan orangnya harus obyektif, sesuai dengan latar belakang pendidikan dan rekam jejak.

Kendati begitu, Dedi mengakui dirinya belum mengetahui pasti kualitas dari masing-masing kepala OPD. Dedi menilai, pergantian pejabat ini sudah tepat karena dilakukan di awal tahun. Bahkan, menurutnya, hal ini harus menjadi kebiasaan sebagai bagian dari evaluasi.

“Bagus, evaluasi harusnya dilakukan setelah satu tahun kinerja. Jadi dapat dilihat kinerjanya selama satu tahun. Sudah tepat di awal tahun ini, karena akan menginjak pelaksanaan APBD,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemprov melakukan rotasi sejumlah pejabat eselon II, Senin (11/1). Pelantikannya dilakukan langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Pejabat eselon II yang mengalami rotasi adalah lima kepala dinas, empat kepala Badan, satu asisten biro, dan satu sekretaris dinas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, rotasi merupakan bentuk dorongan agar kinerja setiap organisasi perangkat daerah semakin meningkat.

Menurutnya para pejabat yang dirotasi mayoritas sudah menduduki jabatan lama lebih dari tiga tahun.

“Bahkan ada yang lebih dari tiga tahun. Ini semata-mata agar kinerja organisasi lebih baik lagi,” ucapnya.

Menurut Iwa, Pemprov Jabar masih akan merotasi pejabatnya, terutama mengisi posisi Asisten Daerah II Setda Jabar yang kosong ditinggal Yerry Yanuar yang menjadi Kepala Bappeda Jabar menggantikan Denny Juanda. Lalu posisi Kepala Dinas ESDM Jabar yang ditinggal Suwarman.

Leave a Reply