PDIP Buka Pintu Koalisi Lebar-lebar di Pilgub Jabar 2018, PKS Tunggu Sinyal

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Sisa waktu yang masih cukup panjang membuat partai politik (parpol) besar di Jawa Barat masih membuka pintu koalisi lebar-lebar di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Seperti diketahui, dengan kepemilikan 20 kursi di DPRD Jabar, PDIP menjadi satu-satunya parpol yang dapat mengusung calonnya di Pilgub Jabar 2018 tanpa harus berkoalisi. Sementara parpol lainnya, mau tak mau harus berkoalisi jika tak ingin terdepak dari pesta demokrasi lima tahunan ini.

Ditemui dalam sebuah kesempatan belum lama ini, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan, partainya masih membuka lebar-lebar pintu koalisi dengan parpol manapun. Bahkan, partainya pun melakukan penjajakan dengan parpol lain untuk menjalin koalisi.

“Konstalasi politik siapa kawan siapa lawan di Pilgub Jabar sampai saat ini masih bias. Peta politik masih sangat terbuka,” ungkap Andreas.

Terpisah, kader senior PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana menyatakan, dengan kepemilikan 12 kursi di DPRD Jabar, koalisi merupakan langkah wajib bagi PKS.

Namun, kata Haris, hingga kini, partainya belum memberikan sinyal akan ke parpol manakah PKS merapat.

“Sebenarnya kita tidak ada vatsun. Dengan PDIP, NasDem, kita juga banyak menang. Dengan Gerindra juga akrab,” katanya.

Haris mengakui, peta koalisi untuk Pilgub Jabar 2018 terbilang cukup rumit. Sebab, penentuan koalisi di Pilgub Jabar 2018 bertepatan dengan koalisi yang harus dibangun di 16 kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak.

“Cukup rumit karena harus menghitung peta koalisi di Jabar dan daerah. Lalu, selain kultur kelambagaan, kultur pertemanan pun akan ikut menentukan,” tegasnya.

Leave a Reply