Pastikan Tak Ada Kendala, Aher akan Pantau Langsung Satu per Satu Venue PON

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali menegaskan, pihaknya serius menyiapkan arena pertandingan (venue) ajang olahraga empat tahunan tersebut.

Selain terus melanjutkan pembangunan venue, pemantauan terhadap seluruh venue PON pun akan terus ditingkatkan.

Heryawan berjanji, akan memantau satu per satu venue di 15 kabupaten/kota di Jabar yang kini masih dalam tahap pengerjaan. Hal ini dilakukannya untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar.

“Saya segera melakukan kunjungan ke satu per satu venue,” ujarnya kepada Jurnal Bandung di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (7/1).

Upaya ini dilakukan untuk memastikan agar sisa pengerjaan segera dilanjutkan kembali oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

“Yang langsung oleh dinas di provinsi, minggu ini harus sudah segera berjalan tendernya. Yang belanja tidak langsung ke kabupaten/kota minggu ini segera turun uangnya, jadi kabupaten/kota segera menyelesaikannya,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Aher ini melanjutkan, pihaknya kini terus memantapkan persiapan pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan PON 2016. Kebutuhan teknis dan nonteknis juga terus dipenuhi agar kegiatan tersebut berjalan lancar.

“Kepanitiaan, transportasi, akomodasi terus dipersiapkan. Termasuk relawan, akan kita kelola dengan baik,” kata Aher seraya menyebut Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, sebagai lokasinya.

Sebelumnya, Aher mengatakan, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih berpeluang untuk digunakan pada ajang olahraga tersebut. Bahkan, stadion yang baru dibangun ini pun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk upacara pembukaan dan penutupan PON.

Terlebih, Aher pun mengaku telah menerima informasi bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyurati Kepolisian untuk meminta izin penggunaan stadion di kawasan Gedebage, Kota Bandung tersebut.

“Ada informasi, Kemenpora sudah menyurati Kapolri. Saya tahu kabar ini dari Kadiskimrum, Kadispora,” ucapnya.

Aher pun menyambut baik jika Stadion GBLA bisa digunakan pada PON tahun ini. Namun, dia menilai, untuk mengubah kembali lokasi upacara pembukaan dan penutupan PON, diperlukan sejumlah pertimbangan.

“GBLA memang lebih dekat, sesuai harapan pertama. Tapi masalahnya, ketika itu diizinkan oleh Kapolri, secara teknis perbaikannya mungkin atau tidak mungkin? Dari sisi waktu. Ini kan sudah tahun H,” terangnya.

Kendati begitu, meski urung dijadikan sebagai tempat upacara pembukaan dan penutupan PON, Aher menilai Stadion GBLA bisa digunakan untuk pertandingan sejumlah cabang olahraga, seperti sepak bola dan atletik.

“Bagi kami itu baik, karena masih bisa untuk menggelar pertandingan cabor,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro HPU Pemprov Jabar Ruddy Gandakusumah memastikan, hingga saat ini, belum ada izin penggunaan Stadion GBLA dari Kepolisian.

Terkait permohonan izin, pihaknya mengaku telah dua kali menyurati Kapolri hingga Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Kan ada masalah hukum, jadi secara formal, aset itu dalam kewenangan Polri. Kami sangat menghormati dan menghargai proses hukum,” katanya.

Share This

Leave a Reply