Pascaalih Kelola SMA/SMK, Aher Janji Tak Akan Pilih Kasih

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Pemprov Jawa Barat memastikan tidak akan mengurangi perhatian kepada SMA/SMK swasta. Beban dan tanggung jawab pascaalih kelola SMA/SMK negeri ke pemerintah provinsi tidak akan mengurangi porsi perhatian Pemprov Jabar ke sekolah swasta tersebut.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, perhatian untuk SMA/SMK swasta mutlak harus diberikan. Sebab, sebagian besar siswa SMA/SMK di Jabar bersekolah di swasta.

“Separuh lebih warga Jabar, anak-anak usia SLTA disekolahnya di swasta,” kata Aher, sapaan akrab Gubernur seusai memimpin rapat pimpinan Pemprov Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/10).

Dia menegaskan, jika SMA/SMK swasta tidak diperhatikan dengan baik, hal itu sama saja dengan mengabaikan mayoritas generasi muda Jabar.

Oleh karena itu, pihaknya menjanjikan perhatian yang sama meski mendapat beban dan tanggungjawab lebih pascaalih kelola tersebut.

“Swasta dan negeri secara bersama-sama akan dilakukan pembinaan,” katanya.

Berbagai program yang selama ini diberikan pemerintah kabupaten/kota untuk SMA/SMK akan dilanjutkan.

“Memberikan pelatihan manajemen sekolah dan guru swasta, seluruhnya. Semoga provinsi bisa melanjutkan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dodin mengatakan, selama ini, perhatian Pemprov Jabar kepada SMA/SMK swasta jauh lebih besar dibandingkan sekolah negeri.

Meski tak menyebut angka, jika dilihat dari porsi anggaran, menurutnya, hampir 90% anggaran diberikan untuk SMA/SMK swasta. Anggaran untuk sekolah swasta tersebut diberikan melalui mekanisme hibah langsung ke setiap SMA/SMK.

“Kalau untuk negeri melalui bantuan keuangan,” katanya.

Dia melanjutkan, perbandingan SMA/SMK negeri dengan swasta di Jabar sangat mencolok. Di Jabar terdapat 735 SMA/SMK negeri, sedangkan SMA/SMK yang berstatus swasta sebanyak 3.200. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya membangun SMA/SMK negeri baru di sejumlah daerah.

Disinggung bentuk perhatian untuk SMA/SMK pascaalih kelola, menurutnya, terdapat delapan faktor penting yang harus ditingkatkan kualitasnya yakni guru, proses, sarana, keuangan, dan manajemen sekolah.

“Nanti kita adakan pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Leave a Reply