Panglima TNI Ingatkan Peserta Aksi Bela Islam 212 Tidak Ganggu Aktivitas Warga

Oleh: Riefki Farandhika

Jurnalbandung-com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, negara tidak melarang warganya untuk menggelar unjuk rasa, termasuk unjuk rasa Aksi Bela Islam 2 Desember mendatang asalkan sesuai aturan.

“Silahkan aksi, namun sesuai ketentuan dan undang-undang tentang tata cara penyampaian pendapat di muka umum,” jelas Gatot seusai memberikan pengarahan kepada Pasis Sesko TNI di Markas Sesko TNI, Kota Bandung, Rabu (23/11).

Oleh karenanya, Gatot meminta unjuk rasa yang digelar aliansi umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) MUI itu berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga DKI Jakarta.

“Untuk salat Jumat di jalan raya, kami akan larang. Saya dan Kapolri sudah berkomitmen agar (unjuk rasa) tidak mengganggu aktivitas warga. Kan kasihan jalan jadi macet, ibu hamil mau ngelahirin terhambat, mau ke bank, ke pasar, sekolah, bekerja, dan sebagainya jadi terhambat. Apalagi itu di jalan protokol Jakarta, saya berharap hal itu dipatuhi pengunjuk rasa,” paparnya.

Disinggung apakah pihaknya mengetahui dalang Aksi Bela Islam 212, Gatot enggan memberikan jawaban mendalam.

“Intiya gini, kemarin aksi menuntut Ahok jadi tersangka sudah. Lalu (sekarang) minta Ahok ditahan, itu menjadi pertimbangan Polri. Yang 212 ini mau demo apalagi, kalau memang berkaitan dengan makar, menggulingkan kepala negara, menggulingkan pemerintahan yang sah sesuai undang-undang, ya TNI akan bersikap dan bertindak tegas,” paparnya.

Diakui Gatot, sesuai hasil rapat kordinasi dengan Kapolri, aksi unjuk rasa tersebut rentan disusupi kepentingan lain. Pasalnya, jumlah pengunjuk rasa berjumlah ribuan.

“Makanya saya keliling ini untuk menjelaskan mengenai bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia melalui kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Dengan kebhinekaan, Indonesia bisa makmur dan sejahtera hidup berdampingan meski kita berbeda agama, suku bangsa, bahasa, dan budaya. Namun, persatuan dan kesatuan tetap terjaga hingga kini,” paparnya.

Untuk persiapan pengamanan sendiri, menurut Gatot, hal itu merupakan kewenangan Polri.

“Nanti kita menunggu sesuai arahan dari Polri, pasukan TNI saat ini siap menunggu perintah dari negara, termasuk bila aksi yang diduga makar terjadi, TNI siap menghadapinya,” pungkas Gatot.

Leave a Reply