Pangdam Siliwangi Tegaskan Kontingen PON Jabar Tak Bermain Curang

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Ketua Kontingen Provinsi Jabar yang Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen Hadi Prasodjo meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat berlapang dada dalam menyikapi hasil pertandingan.

Selain sesuai dengan azas sportivitas dalam berolahraga, hal ini pun dinilai berpengaruh terhadap suksesnya ajang olahraga tersebut. Berbagai persoalan yang terjadi, kata Hadi, jangan terlebih dahulu dinilai negatif.

“Harus berlapang dada, berpikir positif,” kata Hadi kepada jurnalbandung.com di Kota Bandung, Jumat (23/9).

Terlebih, kata dia, sebagai tuan rumah, kontingen Jabar tidak berpikir sedikit pun untuk melakukan kecurangan.

“Selama ini kita enggak main curang. Justru kita banyak ngalah, karate enggak boleh tanding, ya udah kita terima. Panjat tebing, kita ngalah,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya pun sama sekali tak berupaya mengganggu konsentrasi kontingen lain dengan adanya keterlibatan TNI sebagai penonton.

“Enggak ada instruksi mengganggu mental tim lawan. Pengerahan TNI tak lain hanya untuk keamanan, jadi enggak berpengaruh ke pertandingan,” terangnya.

Dia menegaskan, perolehan sementara medali yang menempatkan Jabar sebagai pemimpin jauh mengungguli provinsi lain bukan hasil kecurangan, melainkan buah kerja keras kontingennya selama ini.

“(Atlet) Jabar disekolahkan ke luar negeri, contoh Jepang dan Korea. Kita belajar ke juara dunia,” paparnya.

Dia pun menyebut, protes dari kontingen provinsi lain bisa saja karena adanya ketidakpuasan mereka atas perolehan medali saat ini.

“Ada yang iri, wajar, manusiawi. Mungkin tak diprediksi mereka. Biasanya mereka lumbung, banyak medali, tapi terlena,” pungkasnya.

Wakil Ketua Kompartemen III Panitia Besar (PB) PON 2016 Ruddy Gandakusumah mengatakan, kericuhan dan dugaan kecurangan yang dilontarkan sejumlah kontingen bukanlah persoalan yang mendominasi PON. Menurutnya, keluhan-keluhan tersebut hanya hal kecil saja.

Ruddy menyebut, dari total 340 nomor pertandingan yang telah dipertandingkan hingga Jumat (23/9) petang, hanya terdapat 11 nomor atau 3% dari keseluruhan nomor yang diwarnai persoalan.

“Kalau dari total nomor pertandingan yang mencapai 756, berarti hanya 1,5%-nya,” sebut Ruddy.

Sementara, dari total 38 cabang olahraga (cabor) yang telah dipertandingkan, hanya 10 cabor saja yang diwarnai persoalan.

“Atau hanya 26%-nya, sisanya lancar,” tegas dia.

Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno menambahkan, persoalan terjadi karena adanya ketidakpahaman kontingen dalam menerjemahkan aturan main.

“Ada sejumlah kontingen yang tidak paham technical hand book,” ujarnya.

Share This

Leave a Reply