P2TP2A Jabar Siap Tangani Puluhan Anak Korban Penyuka Sesama Jenis

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Mencuatnya pemberitaan terkait 99 anak di bawah umur yang menjadi korban prostitusi gay di Bogor, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan angkat bicara.‬

‪Menurut Netty, tindakan tersangka AR yang mengeksploitasi para remaja laki-laki usia 13-17 tahun untuk ditawarkan pada kaum penyuka sesama gender melalui jejaring media sosial facebook dan blackberry messenger tersebut, termasuk unsur perdagangan orang (human trafficking).

Dia menegaskan, pelaku dapat dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Pornografi, serta UU no. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).

‪”Menurut informasi yang saya dapatkan, anak-anak yang jadi korbannya ini ditangani di RPSA (Rumah Perlindungan Sosial Anak) Bambu Apus, Jakarta Timur, dan sebagiannya masih dilakukan penyidikan. Kalau penyidikannya selesai, kata Netty, baru kita akan mengetahui seperti apa modus, latar belakang, dan juga pelakunya,” tutur Netty saat ditemui seusai menghadiri Olimpiade Halal 2016 di area Masjid Salman ITB Bandung, Kamis (1/9).‬

‪”Ya memang (kasus ini) sudah memenuhi unsur human trafficking atau perdagangan orang. Ada sejumlah anak yang kemudian dihubungi, dikumpulkan, diinventarisasi biodatanya, kemudian dihadirkan atau diminta datang ketika ada tamu yang membutuhkan,” paparnya.‬

‪Netty juga menitikberatkan pentingnya rehabilitasi sosial, bukan hanya bagi korban, tetapi juga untuk keluarga korban.

Terlebih, jika kasus ini ditangani oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), maka rehabilitasi sosial adalah sebuah keniscayaan karena hampir tidak ditemukan kebijakannya di berbagai UU yang ada, baik UU Perlindungan Anak, UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Sistem Peradilan Pidana Anak, maupun Perpu Nomor 1/2016.‬

‪Mengingat sebagian besar korban berasal dari Jabar, Netty mengungkapkan, P2TP2A Jabar akan bergerak jika sewaktu-waktu RPSA Bambu Apus memerlukan bantuan saat memulangkan para korban ke kediaman masing-masing.‬

‪”Kita, P2TP2A Jawa Barat berkoordinasi terus, kalau memang nantinya dibutuhkan dari RPSA Bambu Apus dibawa lagi ke Bogor, ke tempat tinggal korban, tentu kita akan terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan P2TP2A Bogor,” tegas Netty.‬

‪”Sampai semalam saya masih berkoordinasi dengan teman-teman di Bogor,” ujarnya.

Leave a Reply