OJK Kecolongan Awasi Kasus Penipuan Cipaganti

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Najib Qodratullah mempertanyakan kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul munculnya kasus penipuan terhadap ribuan mitra Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP).

Dia menyatakan, munculnya kasus penipuan terhadap ribuan mitra KCKGP menunjukkan lemahnya pengawasan yang dilakukan OJK. Najib mengatakan, OJK telah kecolongan kasus penipuan Cipaganti ini, dimana sebuah lembaga keuangan besar bisa menarik dana dari masyarakat.

“Kalau OJK sudah kecolongan seperti itu, lalu fungsi kontrolnya di mana? Seharusnya OJK mampu mendeteksi kasus seperti ini dari awal, ketika ada yang mengumpulkan dana masyarakat yang cukup besar,” tutur Najib dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnal Bandung, Jumat (1/5).

Menurutnya, pengawasan OJK terhadap kasus Cipaganti seharusnya bukan setelah kejadian ini mencuat, melainkan OJK harus bertindak sebelum terjadi penipuan.

Karenanya, Najib meminta OJK tidak menganggap remeh setiap lembaga keuangan yang menarik atau menghimpun dana dari masyarakat.

Dia juga menyatakan, banyaknya kasus penipuan yang dilakukan lembaga keuangan menunjukan lemahnya pengawasan dari OJK.

“Karena itu perlu sebuah regulasi baru yang mengatur lembaga keuangan, terkait dengan faktor risiko,” jelasnya.

Misalnya, imbuh Najib, OJK harus menetapkan suatu aturan yang mewajibkan perusahaan publik untuk menyerahkan laporan keuangannya secara berkala setiap kuartal dan juga laporan tahunan.

Diketahui, kasus penipuan KCKGP ini menyeret empat orang terdakwa ke Pengadilan Negeri Bandung, salah satunya Bos Cipaganti Grup sekaligus pimpinan KCKGP Andianto Setiabudi.

Selain Andianto, tiga pimpinan Cipaganti Grup lainnya yakni Julia Sri Redjeki (kakak Andianto), Yulianda Tjendrawati Setiawan (istri Andianto), dan Cece Kadarisman.

Leave a Reply