Nico Siahaan Tegaskan Tidak Terlibat Kasus Suap Bupati Cirebon

Oleh : Yuga

Jurnalbandung.com – Politisi asal PDI Perjuangan Nico Siahaan mengaku tidak pernah terlibat transaksi dengan Bupati Cirebon Sanjaya Purwadisastra.

Terseretnya nama Nico Siahaan kedalam pusaran kasus suap Bupati Cirebon ini, membuat Nico kebingungan.

Sebelumnya dikabarkan Kamis (29/11) Nico dipanggil oleh KPK sebagai saksi kaitan aliran dana yang didapat oleh Sanjaya dari hasil suapnya.

Nico menjelaskan, pemanggilan kepada dirinya yang dilakukan KPK ini dilakukan statusnya sebagai saksi. Pasalnya, Bupati Sanjaya ini mengalir kan dana sebesar Rp 250 juta bukan kepada dirinya namun kepada panitia sumpah pemuda PDIP bulan Oktober.
“Pada saat itu saya sebagai ketua panitia sumpah pemuda PDIP di J Expo, makanya saya dipanggil KPK sebagai ketua panitia, tapi saya tidak pernah tau kalau uang tersebut dari hasil suap” kata pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI di Bandung, Jumat (30/11).

Nico mengaku, di periksa selama lima jam oleh KPK dengan sekitar 15 pertanyaan. Menurut Nico, pertanyaan yang dilempar oleh KPK berkaitan dengan sejauh mana dirinya kenal dengan Sanjaya dan juga sejauh mana dirinya tau sumber dana yang diberikan oleh Sanjaya.

“Saya dengan Sanjaya kenal sebagai sesama kader PDIP saja bertemu juga hanya beberapa kali dan tidak pernah komunikasi sebelumnya,” ucap dia.

Lanjut dia, uang yang diberikan oleh Sanjaya itu sifatnya dukungan kepada partai karena akan mengadakan acara, kemudian yang sumbangan dana ini juga berasal dari kader lain.

“Uang yang dari Sanjaya utuh 250 juta tidak kita pakai untuk acara dan saya sudah kembalikan kepada KPK pada pemanggilan sebagai saksi kemarin 29 November. KPK juga sudah menerima uang itu dengan bukti tanda tangan berita acara penyitaan,” ujarnya.
Nico menambahkan, jika uang yang terkumpul untuk acara pada saat itu sebesar Rp 1 Miliyar sesuai dengan kebutuhan anggaran tersebut, bahkan Nico menegaskan uang dari Sanjaya tidak tersentuh sedikitpun.

“Jadi ketika tahu Sanjaya di tangkap saya dan panitia lain berinisiatif tidak memakai uang tersebut dan meminta sumbangan lain untuk mengurangi kekurangan dari sumbangan Sanjaya,” ucap dia.

Nico menegaskan, panggilan KPK hanya sebatas klarifikasi saja tidak ada panggilan selanjutnya, “saya memenuhi panggilan KPK sesuai prosedur hukum yang ada,” tuturnya.

Dalam kasus ini KPK menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan dan penerimaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Sunjaya diduga menerima suap terkait jual beli jabatan senilai Rp 100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto. Uang diberikan agar Sunjaya melantik Gatot dalam jabatan tersebut.

Sedangkan dugaan penerimaan gratifikasi, Bupati Cirebon Sunjaya diduga menerima uang total senilai Rp 6,4 miliar. Uang tersebut disimpan dalam rekening atas nama orang lain yang dikuasai oleh Sunjaya.

KPK menduga Sunjaya Purwadisastra memasang tarif untuk setiap jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon. Untuk tarif jabatan Camat, Sunjaya mematok harga Rp 50 juta.

Leave a Reply