Netizen di Kota Bandung Bersahutan Diguyur Hujan Petir

Oleh: Ridwan Farid

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Dunia maya mendadak diramaikan oleh cuitan-cuitan netizen di Kota Bandung tak lama setelah hujan deras disertai petir mengguyur kota berjuluk Parijs van Java ini.

Berdasarkan pantauan Jurnal Bandung, guyuran hujan tersebut sebenarnya tidak berlangsung lama. Hujan mulai turun sekitar pukul 11.30 WIB dan mereda sekitar satu jam setelahnya.

Namun, karena intensitasnya yang cukup deras, hujan sempat melumpuhkan aktivitas warga. Banyak warga yang terlihat berteduh seperti yang tampak di bawah jembatan layang Pasupati di kawasan Cikapayang.

Tidak hanya warga Kota Bandung, penghuni dunia maya atau para netizen pun saling bersahutan. Lewat akun Twitternya, mereka mengungkapkan dampak hujan deras tersebut yang disertai bukti foto. Umumnya, mereka mengungkapkan banjir Cileuncang yang melanda sejumlah titik di Kota Bandung.

Seperti sahutan yang ditulis pemilik akun @fartahqaoffic: per4an jalan riau hujan besar & banjiiir. Dia pun memposting foto sejumlah kendaraan yang tengah menerjang derasnya banjir Cileuncang.

@GORI_Bandung pun menulis: Hujan.. dibawah Jembatan Pasopati udah banjir. Hati-hati #Lalin licin :(. Foto genangan air di belakang deretan kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah di kawasan kolong jembatan Pasupati pun dia unggah.

Ada juga @chanbaek_nim:  kondisi #Lalin sukajadi saat ini, banjir sampe ke jalan. Sama halnya dengan netizen yang lain, @chanbaek_nim pun mengunggah foto kendaraan yang tengah melintas di antara genangan banjir Cileuncang.

Selain mereka, masih banyak cuitan yang disampaikan para netizen terkait dampak hujan deras ini.

Menanggapi informasi yang diberikan para netizen, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung pun menyatakan akan segera menindaklajuti informasi tersebut seperti yang tertulis dalam akun resmi DBMP Kota Bandung @dbmpkotabdg: trm ksh infonya, akan segera ditindaklanjuti oleh unit kerja terkait.

Banjir Cileuncang memang kerap terjadi di Kota Bandung saat hujan deras turun. Minimnya daerah serapan air dan rusaknya lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU) serta sistem drainase yang belum optimal disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Leave a Reply