Mualaf Ini Akan Bangun 99 Mesjid di Jabar

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Seorang lelaki yang baru memeluk agama Islam sekitar tiga tahun lalu berencana membangun 99 mesjid di Jawa Barat.

Adalah Hartono Li Min, seorang pengusaha tambang berwajah oriental itulah yang akan membangun mesjid-mesjid dengan daya tampung 300 hingga 400 orang jamaah.

Pembangunan mesjid tersebut digadang-gadang sebagai pembangunan miniatur mesjid dunia. Sehingga, ke-99 mesjid tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Jabar.

Taman miniatur mesjid dunia tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 215 hektare (ha) di kawasan Cariu, Desa Cibadak, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

“Akan dibangun 99 mesjid miniatur dunia dan satu mesjid utama dengan kapasitas 200.000 jamaah,” ungkap Hartono kepada Jurnal Bandung seusai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3).

Saat ditanya kenapa berpikir ingin membangun 99 mesjid di Jabar, dia mengaku mendapat ide mulia tersebut usai melakukan sholat. Dan dia pun meyakini kalau mesjid tidak akan pernah hancur.

“Negara bisa hancur, masjid tidak akan pernah hancur. Shalat akan terus berjalan,” ucapnya.

Pria yang berdomisili di Jakarta ini pun mengungkapkan alasannya mengapa memilih Jabar sebagai tempat untuk merealisasikan mimpinya itu.

“Jabar sangat cocok menjadi lokasinya karena masyarakat Sunda terkenal ramah,” ujarnya.

Menurutnya, para pengunjung juga dipastikan terhibur dengan sajian kuliner dan souvenir yang berasal dari negara tempat masjid tersebut berada.

Selain mesjid, Hartono juga akan membangun universitas Islam unggulan berkapasitas 20.000 mahasiswa, rumah sakit, museum, hingga perpusatakaan.

Tempat ini bertujuan untuk melestarikan budaya Islam sedunia dalam bentuk arsitektur. Terlebih, Indonesia, khususnya Jabar memiliki penduduk muslim yang besar.

“Kami ingin menghapus citra Islam yang kini malah identik dengan kekerasan,” ucapnya.

Soal biaya pembangunan, Hartono mengaku mendapat dukungan dari pihak asing. Para investor asing yang siap menggelontorkan dananya ini berasal dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Jordania.

Dia mengaku perlu mendapat dukungan dana dari luar negeri mengingat kebutuhan dana untuk mewujudkan impiannya itu diperkirakan menyentuh angka Rp6 triliun.

Sebelum dana asing tersebut turun, pihaknya akan terlebih dahulu mengurus perizinan, pembuatan masterplan, dan RAB.

“Kami ingin agar pembangunan tidak lebih dari empat tahun. Kontraktor pembangunan kawasan ini adalah BUMN PP,” bebernya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyambut baik rencana pembangunan miniatur mesjid dunia ini. Meski cuma miniatur, kata Heryawan, mesjid tersebut tetap akan dibuat seperti aslinya.

Keberadaan miniatur mesjid dunia juga dinilainya akan menarik wisatawan yang menyenangi konsep wisata religi. Pengunjung, kata Heryawan, akan terkesima karena ada mesjid-mesjid terkenal seperti Mesjid Nabawi, Mesjid Kuba, Mesjid Cordoba, hingga Blue Mosque.

“Akan ada banyak yang bisa kita sinergikan dengan kawasan ini,” pungkasnya.

Leave a Reply