Minim Kaderisasi, Jumlah Organisasi Penghayat Kepercayaan Menurun

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Jumlah organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan yang maha esa menurun. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Christriyati Ariani.

 
Dia mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya jumlah organisasi tersebut. Salah satunya lanjut dia, adalah faktor internal. Menurut dia, minimnya kaderisasi menjadi penyebab kuat hilangnya organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.

 
“Dari 200 lebih organisasi, sekarang menjadi 190 organisasi penghayat kepercayaan,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Bandung. Rabu (23/10).

 
Dia mengungkapkan organisasi ini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, namun untuk jumlah penghayat paling banyak ada di provinsi Jawa Tengah.

 
“Paling banyak Jawa tengah, diikuti oleh Jawa Timur, Jawa Barat, dan beberapa provinsi lainnya,” katanya.

 
Dia mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah memberikan perhatian yang cukup bagi para penghayat. Terbukti, pemerintah tidak pernah mempersulit para penghayat untuk beribadah.

 
“Peran pemerintah kepada penghayat, sudah luar biasa. para enfhayat sudah merasa terakomodir kebutuhannya, diberikan keleluasaan, setara dengan agama lain,” katanya.

 
Dalam kesempatan tersebut dia juga mengatakan, pihaknya dibawah kemendikbud bakal mengadakan acara sarasehan nasional. Tujuan dari acara tersebut lanjut dia, untuk memperkuat persatuan dan menguatkan secara pribadi maupun organisasi.

 
“Acara Sarasehan ini acara lima tahunan yang biasa diikuti oleh para penghayat. Kali ini acaranya di Bandung, selama 4 hari dari tanggal 22-25 Oktober 2019,” katanya.

Leave a Reply