Melirik Bisnis Waralaba di Bandung

Oleh: Ridwan Farid

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Memulai usaha terkadang menjadi hal yang membingungkan mulai dari persiapan dana, uji coba produk, uji masa tahan produk hingga tentang prediksi pasang surut usaha.

Namun, masyarakat kini tak perlu bingung. Sebab, kini masyarakat dipermudah dengan adanya jenis usaha berbasis franchise (waralaba) dan business opportunity (peluang usaha) yang hadir sebagai salah satu pilihan usaha menjanjikan.

Kekuatan utamanya terletak pada sistim bisnis yang sudah teruji dan terbukti untung, panduan usaha yang mudah dimengerti, serta terangkum pada semangat yang menopangnya yakni semangat kewirausahaan.

Waralaba dan peluang usaha menawarkan banyak hal yang bisa dijadikan model dibandingkan jenis investasi lainnya. Merek yang dikenal, jaminan kualitas produk, dan sistem usaha yang mapan adalah sebagian jaminan yang diberikan waralaba untuk mendatangkan manfaat finansial.

Siapapun yang memiliki dana terbatas tak usah berkecil hati. Pasalnya, sejumlah peluang usaha menanti siapapun yang ingin menjalankan bisnisnya dan memetik profit dengan nilai investasi yang beragam mulai tipe investasi terjangkau (Rp10 juta) hingga ratusan juta rupiah.

Dahlan, 48, menjadi salah satu bagian dari ribuan pengunjung yang datang ke acara bertajuk National Roadshow IFBC (Info Francise and Busines Concept 2015) Expo 2015 yang digelar di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Minggu (29/3).

Pria yang berprofesi sebagai PNS ini mengaku ingin membuka usaha waralaba untuk menambah penghasilannya. Dia mengaku sangat tertarik dengan pola bisnis waralaba karena menurutnya, pola bisnis ini tidak terlalu sulit jika dibandingkan harus membangun bisnis dari nol.

Kini, pria asal Kota Bandung ini pun memiliki beberapa bisnis yang sudah dirintisnya sejak beberapa tahun ke belakang seperti usaha konveksi, produsen papan catur, dan cafe. Dia ingin mengembangkan bisnisnya lewat bisnis waralaba.

Dahlan mengaku sangat tertarik dengan usaha properti. Menurut dia, potensi bisnis ini sangat besar, apalagi kebutuhan tempat tinggal menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Inginnya sih properti. Di Kota Bandung prospeknya sangat cerah untuk bisnis properti ini. Apalagi untuk kawasan Bandung Timur. Selain itu untungnya lebih gede dibandingkan bisnis lainnya,” ungkap Dahlan.

Manager Opeational Apotek Griya Farma Randi yang juga peserta pemeran mengatakan, sektor bisnis kesehatan menjadi salah satu sektor binis yang potensial untuk pola bisnis waralaba. Kini, kata dia, di Kota Bandung sudah berdiri 18 outlet Apotek Griya Farma.

Menurut Randi dengan investasi sebesar Rp375 juta, siapapun dapat membuka usaha francise apotek yang meliputi franchise fee senilai Rp40 juta, display interior dan eksterior, peralatan elektronik dan non-elektronik, persediaan stok obat awal, panduan rekrutmen, hingga training dan launching.

“Lumayan banyak. Ada yang serus, ada yang nanya-nanya mulai dari keuntungan dan risiko dalam menjalankan bisnis karena sektor kesehatan ga ada matinya. Sektor ini semakin tua usianya akan semakin jadi karena kalo udah di atas lima tahun susah goyang,” jelasnya.

Lain lagi dengan bisnis tours and travel. Hanya dengan modal Rp 1juta rupiah, siapapun kini dapat menjadi agen agen travel. Rivkhi (27) salah seorang penjaga stand Gramindo Tours and Travel mengungkapkan, dengan dengan modal Rp1 juta, siapapun kini dapat menjadi agen tours and travel yang mencakup penjualan tiket pesawat, airport shuttle, dan travel.

“Nanti agen mendapat komisi 85%, sisanya dibagi dengan perusahaan,” ungkapnya.

Dia pun menilai potensi usaha tour and travel sangat menjanjikan. Pasalnya, mobilitas masyarakat tidak pernah sepi. Kini, di perusahaan tempatnya bekerja tercatat ada 1300 agen di seluruh Indonesia.

“Keuntungannya banyak, gak perlu ke kantor karena ini semua menggunakan sistem online. karena ini pake sistem deposit jadi pake handphone juga bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Chief Consulting Officer (COO) Direxion Strategy Consulting Jahja B Soenarjo mengungkapkan, Kota Bandung memiliki potensi bisnis waralaba yang cukup besar.

Dia menyebutkan, bisnis kuliner menjadi sector yang paling menguntungkan di Kota Bandung. Bahkan, kata dia, bisnis kuliner kini sudah menggeser posisi bisnis pakaian seperti factory outlet.

“FO mulai masuk ke titik jenuh, jadi menurun. Bandung kini kota tujuan wisata, ya wisata kuliner. Selain itu, juga nanti ada peluang jadi wisata medis. Pada wisata medis ini, mereka datang ke Bandung selain berwisata kuliner juga sambil berobat, salah satunya perawatan kecantikan,” jelas Jahja.

Leave a Reply